Mapos, Majene — Aktifitas pembersihan saluran buang di sejumlah titik dalam kota Kabupaten Majene berdampak pada terganggunya warga sekitar. Bahkan ada warga yang menyebut bahwa usai sedimen diangkat dari dalam saluran buang, sebaiknya segara diangkat karena sangat mengganggu.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, Muhammad Mufih Asad melalui Kepala Bidang Peralatan dan Perbekalan, Andi Abul Al’al, Senin (2/11/2026) mengatakan, bahwa secara teknis, sedimen atau lumpur yang masih bercampur air sulit untuk segera diangkat lantaran jika langsung diangkat, maka air koto akan tercecer disepanjang jalan.
“Tidak bisa langsung diangkat Pak, karena sedimen berupa lumpur masih sangat berair. Jika dipaksa diangkat, maka disepanjang jalan akan menetes air kotor. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ungkap Andi Abul Al’al melalui saluran telepon.
Atas kejadian tersebut dia minta maaf sekaligus memohon kepada masyarakat agar bersabar.
“Kita endapkan dulu sekitar dua atau tiga hari, setelah kering, baru kita angkat. Juga sekalian kita lakukan pembersihan di lokasi,” sebutnya.
Dia berjanji, proses pembersihan tumpukan sedimen yang ada disepanjang bahu jalan Kapten Usman Jafar hingga ke Lingkungan Tanjung Batu segera dibersihkan jika sudah mengering.
“Sekali lagi, kami minta maaf atas ketidak nyamanan ini. Insya Allah besok kita akan bersihkan,” pungkasnya.
(*)






