Mapos, Mamuju – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, termasuk pendidikan keagamaan. Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran jajaran Pemprov Sulbar dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Khataman Sharaf XXVI di Pondok Pesantren Salafiyah Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Rabu (28/10/2026).
Mewakili Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Amir, S.Sos., M.M., bersama Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menghadiri kegiatan tersebut.
Kehadiran perwakilan pemerintah provinsi ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan Islam, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian dan pelatihan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Kesepakatan ini diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kolaborasi dalam mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan peningkatan kualitas generasi muda di Sulawesi Barat.
Gubernur Sulbar Tekankan Pentingnya Akses Pendidikan
Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kemajuan daerah. Karena itu, perluasan akses pendidikan harus menjadi perhatian bersama, termasuk bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang menempuh pendidikan di lembaga pendidikan keagamaan.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk melalui dukungan terhadap lembaga pendidikan keagamaan dan pemberian kesempatan kepada mahasiswa kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan,” ujar Suhardi Duka.
Ia berharap penandatanganan MoU tersebut tidak berhenti pada seremoni, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kapasitas generasi muda, serta mempersiapkan sumber daya manusia yang berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Biro Pemkesra Siapkan Tindak Lanjut PKS Beasiswa
Sebagai tindak lanjut dari penandatanganan MoU tersebut, Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat akan mempersiapkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang secara khusus diarahkan pada pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di Ma’had Aly Lathifiyah.
Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Barat, Murdanil, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi mahasiswa yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Menurut Murdanil, tindak lanjut melalui PKS akan menjadi bagian penting untuk memastikan program beasiswa memiliki mekanisme pelaksanaan, sasaran penerima, dan persyaratan yang jelas serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan. Kami berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa kurang mampu di Ma’had Aly Lathifiyah, sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program tersebut nantinya perlu disiapkan secara terencana dan akuntabel agar dukungan pemerintah dapat tepat sasaran serta memberikan dampak bagi keberlanjutan pendidikan mahasiswa.
Perkuat Peran Pesantren dalam Pembangunan Daerah
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Khataman Sharaf XXVI tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga meneguhkan peran pesantren sebagai pusat pendidikan, pembinaan akhlak, dan pengembangan tradisi keilmuan Islam.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi muda yang memiliki pemahaman agama, integritas, kepedulian sosial, serta daya saing.
Sinergi ini sejalan dengan upaya Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Pemprov Sulbar berharap kerja sama yang telah disepakati dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga rencana pemberian beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu di Ma’had Aly Lathifiyah dapat dipersiapkan secara baik dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sulawesi Barat.
(*)






