Mapos, Majene — Sebagai upaya memperkuat evaluasi kinerja layanan di tingkat Puskesmas sekaligus memastikan keakuratan data program, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene menggelar Rapat Validasi Capaian Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh Bidan Koordinator dari 11 puskesmas se-Kabupaten Majene yang menjadi ujung tombak pelaksanaan layanan KIA di lapangan.
Rapat tersebut difokuskan pada penelaahan capaian program melalui analisis data yang telah dikumpulkan dari masing-masing wilayah kerja.
Dalam forum tersebut, setiap Bidan Koordinator memaparkan capaian indikator layanan KIA, mulai dari pelayanan ibu hamil, persalinan, masa nifas, hingga pelayanan kesehatan bayi dan balita. Paparan ini kemudian ditindaklanjuti dengan proses validasi dan diskusi bersama guna memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.
Tidak hanya menjadi ajang pelaporan, rapat ini juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program.
Sejumlah isu yang mengemuka antara lain keterbatasan akses layanan di beberapa wilayah, konsistensi pencatatan data, hingga optimalisasi pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.
Melalui proses validasi ini, Dinas Kesehatan Majene menekankan pentingnya data yang akurat dan terverifikasi sebagai dasar utama dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan program kesehatan.
Data yang valid dinilai mampu memberikan gambaran nyata terhadap capaian kinerja serta menjadi acuan dalam menentukan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah koordinasi dan berbagi pengalaman antar puskesmas. Praktik-praktik baik yang telah diterapkan di beberapa wilayah diharapkan dapat direplikasi untuk meningkatkan mutu layanan KIA secara merata di seluruh Kabupaten Majene.
Dinas Kesehatan Majene menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi program secara berkala sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
Dengan sinergi yang kuat antar tenaga kesehatan dan dukungan data yang berkualitas, diharapkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
(*)






