Mapos, Majene – Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menggelar kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis (RENSTRA) Puskesmas dan RSUD BLUD Kabupaten Majene Tahun 2025–2029.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas manajerial dan menyelaraskan dokumen perencanaan fasilitas layanan kesehatan dengan kebijakan pembangunan daerah serta penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan.
BIMTEK yang diikuti oleh jajaran kepala puskesmas, manajemen RSUD BLUD, serta perencana program kesehatan ini menjadi langkah strategis dalam memastikan dokumen RENSTRA lima tahunan tersusun secara sistematis, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong sinkronisasi antara target indikator kinerja daerah dengan kebutuhan riil pelayanan kesehatan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis terkait penyusunan visi, misi, tujuan, sasaran, indikator kinerja, hingga rencana aksi yang selaras dengan kebijakan nasional dan daerah. Penekanan juga diberikan pada integrasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) agar seluruh fasilitas kesehatan mampu memenuhi indikator layanan dasar secara optimal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene Yuliana menyampaikan bahwa penyusunan RENSTRA yang komprehensif menjadi fondasi penting dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan lima tahun kedepan.
“Dokumen RENSTRA bukan sekadar administrasi, tetapi menjadi pedoman arah kebijakan, penganggaran, dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Majene,” ujarnya.
Melalui BIMTEK ini, diharapkan seluruh puskesmas dan RSUD BLUD di Kabupaten Majene mampu menyusun perencanaan strategis yang adaptif, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Dinas Kesehatan Kabupaten Majene dalam memperkuat tata kelola layanan kesehatan serta mewujudkan sistem pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel demi kesehatan masyarakat Majene yang lebih baik pada periode 2025–2029.
(*)






