Mapos, Majene — Menanggapi keluhan siswa atas menu yang dinilai tidak memenuhi syarat higienis pada program Makan Bergizi Gratis di salah satu sekolah, pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) secara terbuka memohon maaf sembari melakukan langkah-langkah korektif.
Kepala SPPG wilayah Majene, M Nasrul Saifullah, S.T, Selasa 27 Januari 2026 menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan kunjungan dan komunikasi dengan pihak sekolah serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pembersihan bahan baku seperti sayuran.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kejadian ini menjadi alarm bagi kami untuk memperketat Standard Operating Procedure (SOP). Mulai hari ini, pengawasan di dapur ditingkatkan dua kali lipat, terutama pada tahap pencucian bahan mentah guna memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Sementara, menanggapi kekhawatiran atas kemungkinan terjadinya gangguan kesehatan setelah mengonsumsi MBG, ahli gizi Nur Amila A. S.Gz tegas mengatakan, bahwa pihaknya tidak mentoleransi terhadap semua kontaminasi pangan.
“Kami Fokus zero tolerance terhadap kontaminasi. Meskipun bahan yang digunakan adalah bahan organik segar yang rentan terhadap hama alami, proses pencucian dengan air mengalir. Kami sedang mengevaluasi titik lemah dibagian penyajian (plating) untuk memastikan setiap porsi yang sampai ke meja siswa dalam kondisi higienis dan layak konsumsi sesuai standar angka kecukupan gizi (AKG),” jelas sang Ahli Gizi.
Dengan adanya kejadian ini, akan menjadi bahan evaluasi bagi pengelola supaya program nawacita unggulan Presiden Prabowo Subianto – Gibran berjalan sesuai harapan di Sulawesi Barat.
(*)






