Mapos, Majene — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tengah berfokus pada tansformasi layanan primer di tengah masyarakat.
“Transformasi layanan primer ini berfokus pada penguatan promotif preventif, integrasi layanan di Puskesmas dan Posyandu untuk semua siklus hidup, baik bayi, remaja, dewasa maupun lansia,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Hj Yuliani, Rabu 21 Januari 2026.
Kegiatan ini kata dia, diperluas dalam cakupan imunisasi, peningkatan skrining penyakit, serta revitalisasi SDM dan teknologi kesehatan untuk layanan yang lebih berkualitas, terintegrasi, dan mudah diakses, dengan target utama menciptakan lebih banyak orang sehat dan mengurangi penyakit
“Makanya kita akan melakukan koordinasi antar Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten yang akan dilaksanakan besok (Kamis 22 Januari 2026) di salah satu hotel di Majene,” ucap Yuliani.
Transformasi Layanan Primer lanjutnya, yaitu dengan melakukan penguatan pelaksanaan pelayanan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung inovasi dana pemanfaatan teknologi serta dilakukan dengan strategi Integrasi Layanan Primer (ILP), Pemberdayaan Masyarakat dan kerja sama multi sektor.
“Dalam Implementasinya, Transformasi Layanan Primer, difokuskan pada pendekatan siklus hidup serta pendekatan layanan kesehatan melalui jejaring hingga ke tingkat dusun/ RT/RW,” bebernya.
Dia berharap melalui rapat koordinasi Pokjanal Posyandu akan ada upaya sistematis untuk menggeser fokus paradigma kesehatan, dari yang semula fokus mengobati orang sakit (kuratif) menjadi fokus menjaga masyarakat tetap sehat atau promotif dan preventif.
(*)






