17 Dokter Spesialis RSUD Regional Sulbar Nyatakan Mundur

IMG-20171208-WA0006
Surat Komite Medik.

 

Mapos, Mamuju – Mosi tidak percaya yang dilontarkan oleh 17 dokter spesialis RSUD Regional Sulawesi Barat menyatakan mundur dari kontrak kerja. Bahkan 17 dokter ini siap mundir dari ASN.

Hal ini terkuat setelah 17 dokter itu bertanda tangan diatas kertas kesepatakan bersama. Pernyatakan itu disampaikan dalam keterangan tertulis komite medik dokter RSUD Sulbar yang ditujukan kepada Gubernur Sulbar Anwar Ali Baal Masdar, Jumat (08/12/2017).

IMG-20171208-WA0010
17 Dokter Spesialis bertanda Tangan nyatakan mundur.

Kepala RSUD Regional Sulbar Dr. Andi Munasir pun membenarkan hal itu.

“Benar, 17 dokter spesialis mengundurkan diri dengan surat pernyataan ditujukan ke kami tadi pagi. Saya belum tahu alasan pastinya mereka mengundurkan diri,” tutur Andi Munasir.

Lebih jauh disampaikan, pengunduran diri 17 orang dokter spesialis merupakan tindakan sepihak tanpa ada alasan yang jelas.

“Kita belum tahu apa alasan dan motifnya hingga mereka mengundurkan diri, kalau memang mereka inginkan saya harus mengundurkan diri dari jabatan sebagai direktur, apa alasannya? Proses untuk jabatan direktur itu bukan karena keinginan saya tapi inikan melalui proses sesuai prosedur,” terangnya.

Andi Munasir harap, agar persoalan ini jangan sampai berimbas kepada pelayanan pasien dan masyakat kita.

“Saya harap persoalan ini jangan sampai berimbas kepada pelayanan masyarakat dan pasien yang sementara dalam perawatan di RSUD Regional,” pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun, 17 dokter spesialis nyatakan mundur di sebabkan fungsi managerial dan pelayanan di RSUD Regional Sulbar tidak saling bersinergis.

Sebelumnya, Dalam surat itu, juga dijelaskan bahwa sebelumnya komite medik mengatakan mosi tidak percaya. Mosi tidak percaya itu disampaikan kepada Gubernur Sulbar yang intinya pada poin 6 tuntutan aksi komite medik pada tanggal 6 oktober 2017 dan dilantiknya dr. A. Munasir sebagai direktur defenitif pada tanggal 22 Oktober 2017, yang mana hal tersebut tidak sejalan lagi dengan tuntutan 17 dokter spesialis yang berakibat pada hubungan antara direktur dan dokter spesialis yang tidak harmonis sehingga mereka tidak nyaman lagi bekerja di RSUD Sulawesi Barat.

(Berita ini masih berlanjut dan akan di verifikasi selanjutnya)

(maman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...