Wartawan Ngopi Bareng dengan Dandim 1401 Majene, Ini yang Dibahas

  • 6 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 171
Gambar Wartawan Ngopi Bareng dengan Dandim 1401 Majene, Ini yang Dibahas

Mapos, Majene — Narkoba adalah musuh besar bagi bangsa dan harus diberantas secara bersama-sama.

Pernyataan ini dikuak oleh Komandan Kodim (Dandim) 1401 Majene – Letkol Inf Ragung Ismail Akbar saat ngopi bareng bersama wartawan di Ruang Press Conference Kodim 1401 Majene, Jum’at (7/9/2019).

Menurut dia, penyalahgunaan narkoba menjadi perhatian tersendiri bagi jajaran TNI dan jika ada anggota yang terlibat narkoba, sanksinya berat.

“Tidak ada toleransi jika anggota TNI menyalahgunakan narkoba. Ya, dipecat,” katanya.

Selain narkoba, paham radikalisme juga menjadi topik pembahasan bersama pelerja jurnalistik di Majene.

Alumni Akademi Militer tahun 2001 ini menyebut, TNI – Polri akan melakukan langkah untuk menangkal paham radikalisme karena paham seperti itu berpotensi memecah belah keutuhan bangsa.

Mantan Danyon 721 Makkasau ini mengurai, radikalisme kanan adalah radikalisme yang berlatar belakang agama, atau dalam bahasa yang lebih spesifik biasa disebut terorisme.

“Militansinya cenderung dibangun berdasarkan pemahaman yang keliru terhadap ajaran agama. Radikalisme kanan ini ada dalam semua ajaran agama samawi,” ungkapnya.

Sedangkan radikalisme kiri, kata Ragung adalah radikalisme yang dibangun berdasar kesamaan ideologi bernegara. Ideologi yang paling kuat tertuduh disini adalah ideologi komunis atau PKI. Di Indonesia sendiri PKI tercatat tiga kali (1926,1948, dan 1965) berusaha melakukan kudeta kepada NKRI.

“Radikal lainnya, separatisme gerakan untuk mendapatkan kedaulatan dan memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gerakannya bertujuan untuk memisahkan diri atau mendirikan negara sendiri,” ucap Ragung.

(ipunk)