Warga Ujung Mamasa Gelar Aksi Unjuk Rasa Jelang Penggusuran

  • 19 Feb 2018
  • Peristiwa
  • Sudirman Al Bukhori
  • 423
Gambar Warga Ujung Mamasa Gelar Aksi Unjuk Rasa Jelang Penggusuran Warga Ujung Mamasa Gelar Aksi Unjuk Rasa Jelang Penggusuran.

Mapos, Mamasa – Warga ujung Mamasa menggelar aksi unjuk rasa menjelang rencana penggusuran pada Senin (19/2/2018) pagi ini. Warga berkumpul sehinga menutup jalan ke permukiman. Mereka melakukan orasi sambil membawa spanduk.

Pada sekitar pukul 07.00 Wita, aksi itu digelar di Jalan Rante-rante Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa.

Sejumlah warga berorasi menolak penggusuran. Aksi mereka dikawal ketat pihak kepolisian. Tampak sejumlah warga membawa spanduk penolakan, di antaranya bertulis “Atas nama kemanusiaan, kami menolak penggusuran”, spanduk lainnya pun bertuliskan, “Pemerintah jangan tutup mata, kami rakyat kecil butuh keadilan berikan kami hak di negeri yang sama”.

Warga Ujung Mamasa Gelar Aksi Unjuk Rasa Jelang Penggusuran.

Mereka menuntut keadilan terkait penggusuran rumah di jalan Rante-Rante Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa. Mereka juga menyuarakan kekecewaanya terkait penggusuran yang dilakukan secara paksa dan intimidasi.

Aksi warga itu dibantu oleh Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND). Satu persatu warga dan mahasiswa menyampaikan orasinya. Dalam orasinya mahasiswa menyerukan agar warga tidak takut dengan rencana penggusuran itu.

“Kami tidak pernah takut. Kami tidak akan berhenti sampai di sini,” kata korlap mahasiswa, di hadapan warga.

Ia mengatakan, rencana penggusuran itu merupakan bentuk kebrutalan kepada warga. Warga Rante-rante kecewa dengan kebijakan pemerintah tersebut.

“Hargailah perjuangan warga yang sudah tinggal berpuluh-puluh tahun di sini,” kata Mahasiswa dalam orasinya.

Eksekusi lahan akan dilakukan ini hari, berdasarkan surat Pengadilan Negeri Polewali Kelas II, Nomor W22-U21/222/PDT.02/II/2018 pada hari Senin, 19 Februari 2018 pukul 09.00 Wita, akan dilaksanakan eksekusi perkara perdata Nomor 08/Pdt.6/2010/PN.Pol dalam perkara antara Mila Tahir cg Darwin, SH.,sebagai pemohon eksekusi melawan Yohana (Mama Nadi) dkk sebagai termohon eksekusi. Berdasarkan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Polewali nomor 03/Pen.Pdt.Eks/2018/PN.Pol.

Dari surat yang diterbitkan, sebanyak 12 rumah warga akan dilakukan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Polewali.

Berikut pernyataan sikap para warga dan mahasiswa menolak penggusuran diantaranya,
1. Atas dasar kemanusiaan kami menolak keras nomor eksekusi rumah yang berada di ujung kota Kabupaten Mamasa oleh pengadilan negeri Polewali W22-U21/2241/PDT.02//II/2018

2. Hentikan segala bentuk intimidasi yang dilakukan oleh oknum tertentu

3. Berikan seluruh Hak dasar, dan jaminan kehidupan yang layak terhadap warga ujung kota Kabupaten Mamasa dan kami menyerukan kepada seluruh rakyat mamasa yang tertindas untuk terus membangun persatuan dah melawan segala bentuk perampasan hak dasar Rakyat

4. Menolak dengan keras penertiban sertifikat yang dikeluarkan boleh Pertanahan yang dinilai masih ganjil dasar penertibanya

5. Menuntut pemerintah untuk hadir dan melihat Rakyatnya yang lagi tertindas oleh oknum-oknum yang rakus akan kekuasaan harta

6. Menolak dengan tegas oknum yang berani membuat Sertifikat di atas Tanah ini milik Negara.

(toni)

Baca Juga