Warga Suku Terasing di Pasangkayu Tolak Memilih

Gambar Warga Suku Terasing di Pasangkayu Tolak Memilih Ribuan warga terasing di Pasangkayu tolak mengikuti Pemilu 2019. Foto : Joni Banne Tonapa

Mapos, Pasangkayu – Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden sudah semakin dekat. Namun warga suku terasing di wilayah perbatasan Kabupaten Pasangkayu menolak ikut memilih karena diresahkan dengan keluarnya Permendagri 60 tahun 2018 tentang tapal batas.

Ribuan warga itu sebelumnya menolak permendagri 60 tahun 2018 yang mencaplok sebagian wilayah Desa Pakava yang letaknya berada di wilayah utara Sulbar. Peraturan itulah yang membuat warga marah dan menolak ikut Pemilu 2019. Bahkan mereka sempat gelar aksi demo beberapa waktu lalu.

Di Desa Pakava, terdapat kurang lebih 1.300 wajib pilih. Mereka sudah bulat menjadi golput atau tak memberikan hak pilihnya. Kecuali Permendagri 60 tersebut dicabut oleh Mendagri.

Dari pantauan di lapangan, warga menuding Pemkab Pasangkayu lemah dalam pengawalan wilayah perbatasan. Padahal di wilayah tersebut ada tup down yang menandakan wilayah yang saat ini dicaplok Mendagri sebagai wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Kabupaten Pasangkayu.

“Kami meminta pemerintah daerah serius mengawal polemik tapal batas ke Mendagri,” tegas Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu Lukman Said.

Ketua Umum Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia ini juga meminta ada surat edaran dari Mendagri untuk menunda permendagri 60 tahun 2018 hingga Pilpres usai. Agar semua warga dapat menyalurkan hak pilihnya.

(joni Banne Tonapa)

Baca Juga