Warga Mamasa Memilih Tidur di Tenda Darurat usai Gempa

Gambar Warga Mamasa Memilih Tidur di Tenda Darurat usai Gempa foto/istimewa

Mapos, Mamasa – Pasca gempa bumi akibat aktifitas Sesar Saddang dengan kekuatan 5,5 dan 4,6 scala richter (SR) yang terjadi pada Selasa, 6 November 2018, sejumlah warga di Dusun Pa’kondo, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, memilih tidur di tenda darurat, yang dipasang menggunakan terpal seadanya.

Warga memilih bertahan di luar rumah lantaran masih merasa takut gempa susulan dan mengantisipasi terkena reruntuhan material bangunan akibat guncangan gempa.

Mereka berharap, tidak ada lagi gempa susulan agar bisa beraktivitas seperti biasa.

foto/istimewa

Sementara itu, Bupati Mamasa, Ramlan Badawi mengingatkan kepada semua warga agar tetap waspada, jangan panik.

Ramlan juga menyampaikan, agar masyarakat jangan percaya denga isu-isu yang meresahkan, kabar bohong (hoax), selain yang bersumber dari BMKG, BPBD, Kepolisian dan instansi yang berwenang.

(toni)