Warga Keang Tuntut Ganti Rugi Pembukaan Jalan oleh PT Amal Nusantara

0
217

Mapos, Mamuju – Pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa yang dikelola PT. Amal Nusantara meninggalkan banyak masalah bagi warga Desa Keang.

Asmiwati pemilik lahan di Tandeallo Dusun Sappala Desa Keang Kecamatan Kalukku kepada Mapos, mengatakan, sangat menyesalkan sikap perusahaan tersebut. Sebab sampai sekarang belum ada ganti rugi.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Tanaman dan lahan yang mereka gusur belum dibayarkan sampai sekarang. Kami akan tetap menuntut, apapun resikonya. Lahan itu sudah dikelola sejak nenek moyang kami. Oleh nya itu kami berharap kepada pemerintah khususnya instansi yang terkait agar benar benar mau membantu kami,” katanya, Minggu (14/03/2021).

Pemilik lahan lainnya, Arman, pun mengaku belum dibayarkan ganti rugi tanaman dan lahan. Padahal di lahan itu ada tanaman coklat yang sudah berbuah.

“Harapan kami, lahan yang kena penggusuran supaya dibayarkan ganti ruginya. Kalau tidak dibayar kami, tetap akan menuntut,” katanya.

Haminuddin warga Dusun Tangngauma, Desa Keang, juga sangat menyesalkan adanya aktifitas pembukaan jalan PT Amal Nusantara tanpa kejelasan ganti rugi.

“Lahan saya ada dua tempat, semuanya berisi coklat dilalui pembukaan jalan. Sekarang sebagian besar pohon coklatnya mati. Kami memang telah merelakan lahan digusur, karena jauh sebelumnya sudah ada perjanjian ganti rugi tapi sampai saat sekarang ini kami belum pernah menerima uang ganti rugi dari PT. Amal Nusantara walaupun hanya sepeser,” keluhnya.

Tokoh nasyarakat dan tokoh adat di Dusun Sappala, Desa Keang, Kecamatan Kalukku Jasman, mengatakan, puluhan hetar lahan warga Desa Keang yang belum terbayarkan. Warga punya ha atas lahan yang digusur perusahaan itu.

“Lebar jalan 12 meter, terus tanah pembuangan di timpa lagi tanaman yang lainnya. Kami sudah sampaikan kondisi ini ke Alanggota DPRD Kabupaten Mamuju, tapi sampai saat ini belum ada relisasinya,” ungkap Jasman, Rabu (17/03/2021).

Anggota DPRD Kabupaten Mamuju Idrus Arifin, membenarkan lahan masyarakat di Desa Keang belum diganti rugi oleh PT Amal Nusantara.

“Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, masyrakat sudah membuat surat pengaduan ke DPRD untuk di tindak lanjuti,” katanya.

Sementara Humas PT. Amal Nusantara, Nono, mengaku bahwa ada kesimpang siuran informasi. Ternyata selama ini perusahaan sudah menganggap tidak ada masalah.

“Ini sebenarnya simpang siur, karena kami anggap semua sudah selesai. Tapi ternyata ada kendala seperti ini, maka kami akan dudukkan semua orang lapangan. Untuk cek fisik dan kami akan periksa. Pada intinya, tidak boleh ada yang dirugikan,” kuncinya.

(texan yosafat)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.