Varian Delta Serang Sulbar, Warga Perkuat Imun dan Prokes

0
264

Mamuju – BADAN Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI kembali merilis sebaran varian Alpha, Beta, dan Delta di Indonesia hingga 21 Juli 2021. Satu kasus varian Delta SARS-CoV-2 ditemukan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Dilansir KOMPAS.com, pada periode ini, total ada 868 varian baru. Semua varian tersebut tersebar di 23 provinsi di Indonesia.

Dengan rincian 802 kasus varian Delta, kemudian disusul 56 kasus varian Alpha, dan 10 varian Beta.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Adapun dua provinsi baru yang mengalami penularan varian baru virus Covid-19 adalah Nusa Tenggara Timur dengan 4 kasus varian Delta dan Sulbar dengan 1 kasus varian Delta.

Satgas Penanggulangan Covid-19 Bidang Penanganan Provinsi Sulbar, dr. Ihwan membenarkan adanya kasus varian baru tersebut.

Namun, Ihwan mengaku belum mengetahui dimana lokasi pasien terpapar varian Delta itu. Menurutnya, masuknya varian baru ini memang sudah diprediksi, mengingat trend peningkatan kasus Covid-19 di Sulbar mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Ihwan pun mengingatkan bahwa varian Delta bisa saja lebih ganas dari jenis lainnya. Dan salah satu yang bisa meringankan itu adalah vaksin.

Menurut data dari National Health Service (NHS), yang menganalisis 92.029 kasus varian Delta di Inggris dari awal Februari sampai pertengahan Juni 2021, ada beberapa kelompok tertentu yang paling berisiko terinfeksi varian Delta, yakni orang berusia di bawah 50 tahun dan orang yang belum divaksinasi Covid-19.

Sementara gejala yang timbul, di antaranya nyeri otot, hidung tersumbat, mual atau muntah, diare, sakit perut, kehilangan nafsu makan, gangguan pendengaran, pembekuan darah, dan gangren atau kematian jaringan tubuh.

Informasi terkait varian baru dengan berbagai sasaran dan gejala ini dengan cepat menyebar ke seluruh pelosok di Sulbar. Hingga para petugas pun memperketat prokes dan pemerintah berlakukan PPKM mikro.

Upaya ini tidak menemui kesulitan besar, seperti saat awal-awal himbauan untuk perketat prokes dan pemberlakuan 5.

Makna gerakan 5M protokol kesehatan adalah sebagai pelengkap aksi 3M. yaitu: Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi.

Nyaris tidak ditemukan ada warga yang tidak mengenakan masker. Sebab aparat dipastikan akan menindak tegas para pelanggar prokes.

Pada malam hari pun wajah kota menjadi sangat hening. Mayoritas warga lebih memilih tinggal di rumah bersama keluarga.

Upaya krusial pun diputuskan Pemprov Sulbar bersama 6 Pemkab se Sulbar. Yaitu pemberlakuan Work From Home (WFH) Keputusan itu pun ditandatangani bersama para pimpinan penegak hukum.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.