Usai Kaji Banding dari Sidrap, Porang Mulai Ditanam di Majene

0
240

Mapos, Majene — Porang merupakan jenis tanaman yang menjajikan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan merupakan program super prioritas Kementerian Pertanian.

“Komoditas porang merupakan komoditi unggulan atau super prioritas dari Kementerian Pertanian dan selaku naungan dari Kementerian Pertanian, kita harus bersinergi dengan program nasional tersebut. Menteri Pertanian menyiapkan anggaran yang cukup besar bagi pengembangan tanaman porang, karena hal ini sudah lama digaungkan namun di Majene baru dapat dilaksanakan,” ucap Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Majene, Burhan saat pemerintah setempat melakukan penanaman perdana di Dusun Lambe Lambe, Desa Bukit Samang Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Senin (21/6/2021).

Dihadapan Bupati Majene, Lukman Nurman, Kadis Ketahanan Pangan Majene, Ir. Hamzah Djamaluddin, Camat Sendana, Harmawati, Kades Bukit Saman dan Off Taker dari PT. Bumi Gora Inti Sejahtera serta petani, Burhan, SPt, M.Ma menyebut, untuk mempelajari lebih jauh tentang tanaman porang maka pihaknya melakukan kunjungan lapangan langsung ke pusat tanaman porang di Kabupaten Sidrap, Provinsi Sulawesi Selatan bersama Bupati Majene beberapa waktu lalu.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Seusai kunjungan dari Sidrap, Bupati menyarankan agar kita membuat dahulu demplotnya sebelum masyarakat terjun menanam. Penanaman porang juga merupakan perwujudan dari program Revolusi Hijau dalam visi misi MP3,” ucap Burhan.

Kata dia, ada beberapa jalur yang dapat ditempuh untuk mendapatkn bantuan perbankan melalui Kementerian Pertanian yaitu melalui pola KUR di bawah naungan off taker ataupun dapat juga melalui pola mandiri namun tetap diawasi off taker (Pengusaha).

“Diingatkan kepada para petugas lapang dari Dinas Pertanian dan petani itu sendiri agar hati-hati terhadap off taker, karena disinyialir saat ini banyak off taker liar dan tidak resmi dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.

Pada tempat sama, Bupati Majene, Lukman mengatakan, kegiatan yang tengah dilakukan adalah tindak lanjut perjalanan kaji banding ke Kabupaten Sidrap. “Dimana tanaman Porang di Majene masih dianggap barang langka, namun bila kita tidak berani mencoba, maka tidak akan ada hasil yang kita dapatkan. Kita berharap setelah kita melakukan tanaman perdana porang, diharapkan kedepannya para petani porang nantinya di Majene dapat juga menjadi sejahtera, tentu dengan inovasi yang handal, seperti yang kita lakukan hari ini,” sebut Lukman.

Ia menambahkan, bukan berarti tanaman lain akan dilupakan, namun semua itu harus tetap seiring sejalan. “Apalagi tanaman porang dapat menjadi tanaman sela atau tumpang sari,” ucap Lukman.

Lebih jauh kata dia, penanaman yang dilakukan saat ini masih berifat mandiri. “Namun ini adalah bagian dari Program Dinas Pertanian, dan bila disini sudah berhasil tentu akan banyak dikunjungi para petani lainnya untuk dapat belajar, hari ini menanam dan 8 bulan kedepan kita akan memanen, semua butuh kerjasama yang kuat antara petani dengan Dinas Pertanian dan pihak perusahaan yang menjadi sponsor. Mari kita sama-sama berikhtiar dan berdo’a semoga apa yang kita lakukan hari ini dalam menanam porang akan membuahkan hasil maksimal kelak,” pungas Bupati Lukman.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.