Mapos, Mamuju — Buntut PHK atas 25 Security di PT RDM Desa Belang-belang, Kecamatan Kalukku, Provinsi Sulawesi Barat, mengakibatkan adanya aksi unjuk rasa (Unras) di perusahaan yang bergerak di PLTU tersebut.
Direktur Pam Obvit Polda Sulbar Kombes Pol Jonner Samosir melalui siaran persnya, Kamis (5/9/2024) mengatakan, pihaknya telah memberi rasa aman kepada para pengunjuk rasa (Pengunras) yang terjadi pada Senin 2 September 2024 lalu.
Dikatakan, pihaknya telah memberikan pengamanan dan pengawasan maksimal terhadap Pengunras di PT RDM (PLTU) yang di laksanakan Pamobvit Polda Sulbar beserta staff Ditpamobvit dan Satker Ditintelkan, Ditsamapta maupun dari personel Polresta Mamuju.
Hasilnya kata dia, semua berjalan lancar aman dan terkendali setelah dibangun komunikasi antara masyarakat setempat dengan pihak terkait.
“Semua yang disampaikan oleh masyarakat Belan- belang untuk sementara ditangguhkan sampai dengan 3 minggu kedepan, khususnya perpanjangan kontrak Satpam sekaligus pembayaran oleh pihak PT. RDM (PLTU) kepada pihak ketiga Virtus,” ungkap Kombes Pol Jonner Samosir.
Menurutnya, komunikasi yang dibangun saat ini dilakukan melalui video call antara Direktur Keuangan PT. RDM (PLTU) dengan salah satu manejer Virtus yang mengaku bernama Erwin.
“Kita (Dirpamobvit) juga ada dan disaksikan serta didengarkan bersama langsung oleh Korlap masyarakat Belang-belang dan admin Virtus atas nama Chaca,” beber Jonner Samosir seraya menambahkan bahwa pada saat itu semua berjalan aman dan terkendali.
“Syukurlah, semua berjalan sesuai harapan,” kuncinya.
(*)






