Terduga Pembakar Pasar Topoyo Ternyata Warga Asal Majene

  • 1 Sep 2019
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 1353
Gambar Terduga Pembakar Pasar Topoyo Ternyata Warga Asal Majene

Mapos, Majene — Hanya dalam tempo tidak lebih dari 24 jam, Polisi berhasil mengungkap terduga pembakar Pasar Topoyo Mamuju Tengah.

Dalam release yang diunggah Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan, Minggu (1/9/2019) pukul 02.11 Wita melalui WA group Humas Polres Majene menyebut, tim Passaka Polres Majene menangkap orang yang diduga pelaku pembakaran sepeda motor sehingga diduga mengakibatkan terbakarnya Pasar Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah, Minggu (1/9/2019) pukul 00.20 Wita.

Identitas orang yang diamankan berinisial Has alias Udin (44), pekerjaan nelayan, alamat Lingkungan Karondongan, Desa Tammerodo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kab. Majene.

Menurut Pandu, kronologis penangkapan yaitu berdasarkan hasil koordinasi dengan Direktorat Krimum Polda Sulbar dan Sat Reskrim Polres Mamuju pada hari Sabtu 31 Agustus 2019 sekitar pukul 21.00 Wita, Tim Passaka Polres Majene mendapat informasi bahwa diduga pelaku pembakaran sepeda motor yang diduga mengakibatkan terbakarnya Pasar Topoyo di Kabupaten Mamuju Tengah berada di Majene.

“Selanjutnya, Tim bergerak menuju lokasi yang dicurigasi tempat persembunyian pelaku di Kecamaran Tamerrodo Sendana. Ketika melakukan penggerebekan Tim menemukan Lel. Has dan langsung mengamankannya,” tulis release Pandu Arief Setiawan.

Dihadapan polisi, Has mengaku bahwa dirinya telah melakukan pembakaran sepeda motor milik istrinya di depan rumahnya yang berada di samping Pasar Topoyo pada hari Sabtu pukul 00.10 Wita.

“Adapun motif Has melakukan pembakaran sepeda motor tersebut karena kesal dengan istrinya yang setiap kali dihubungi oleh Has tidak pernah mau mengangkat telponnya,” sebut Pandu.

Saat menyiram bensin ke sepeda motor istrinya, ada dua sepeda motor lainnya yang sedang terparkir bersamaan.

Usai membakar, Has langsung kabur menuju Kabupaten Majene.

“Dari pengakuan Has, Ia juga berencana akan kabur ke Kalimantan,” kata Pandu.

Has kini diamankan di Polres Majene dan oleh Tim Passaka akan berkoordinasi dengan Direktorat Krimum Polda Sulbar dan Sat Reskrim Polres Majene untuk penjemputan guna proses lebih lanjut

(ipunk)