Soal Puting Beliung, Baca Ini!

Angin puting beliung di kawasan Pangandaran beberapa waktu lalu

Angin puting beliung di kawasan Pangandaran beberapa waktu lalu

Mapos, PUTING BELIUNG dikenal juga dengan nama angin lesus merupakan salah satu kejadian alam yang berbahaya. Di daerah Sumatra disebut dengan angin bahorok ini merupakan angin yang berputar-putar dengan kecepatan ± 63 km per jam.

Beberapa karakter angin ini adalah angin ini bergerak secara lurus dan biasanya berlalu setelah maksimal 5 menit, sering terjadi ketika siang hari dan sore hari di musim pancaroba dan dianggap sebagai salah satu jenis angin yang berbahaya karena dapat menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Ini dikarenakan benda-benda yang terbawa oleh angin puting beliung dapat terangkat dan terlempar begitu saja.

Hampir semua tempat yang ada di Indonesia, rawan dengan terhadap bencana angin yang satu ini. Beberapa tempat yang lebih sering diserang oleh angin puting beliung, yaitu  Nusa Tenggara, Sumatera, Sulawesi dan Jawa Barat.

1. Fase tumbuh
Di dalam awan terjadi arus udara yang naik ke atas dengan tekanan yang cukup kuat. Pada saat ini proses terjadinya hujan belum turun karena titik-titik air serta kristal es masih tertahan oleh arus udara yang bergerak naik menuju puncak awan.

2. Fase dewasa atau masak
Dalam fase ini :
-Titik-titik air yang tidak lagi tertahan oleh udara akan naik menuju puncak awan.
-Hujan kemudian akan turun dan menimbulkan gaya gesek antara arus udara yang naik dan yang turun.
– Temperatur massa udara yang turun memiliki suhu yang lebih dingin. Pada arus udara yang naik ataupun turun dapat timbul arus geser yang membentuk pusaran

Arus udara yang berputar semakin lama semakin cepat akan membentuk sebuah siklon yang “menjilat” bumi atau yang disebut pula dengan angin puting beliung. Angin puting beliung, dapat disertai dengan hujan yang deras dan membentuk pancaran air.

3. Fase punah
Dalam masa punah, tidak ada massa udara yang naik namun massa udara akan meluas di seluruh awan. Pada akhirnya proses terjadinya awan mengalami kondensasi akan berhenti dan udara turun melemah sehingga pertumbuhan awan akan berakhir.

Ciri-Ciri Angin Puting Beliung

Gejala awal puting beliung :
– Udara yang terasa panas hingga menyebabkan gerah
– Di langit ada pertumbuhan awan atau awan putih yang membentuk gerombolan berlapis-lapis
– Diantara banyaknya awan kumulus tersebut, ada salah satu jenis-jenis awan yang memiliki batas tepi dengan warna abu-abu yang sangat jelas. Awan tersebut tampak menjulang tinggi yang jika dilihat akan berbentuk mirip dengan bunga kol.
– Awan berubah warna secara tiba-tiba dari warna putih menjadi warna hitam pekat layaknya awan cumulonimbus
– Ketika angin kencang akan datang, ranting pohon serta daun bergoyang tertiup angin masyarakat harus selalu waspada terutama pada periode durasi Pembentukan awan hingga fase awan punah. Hal ini biasanya berlangsung sekitar 1 jam

Dampak Angin Puting Beliung

Dampak-dampak yang bisa ditimbulkan oleh angin puting beliung yang bersifat merusak seperti:
– Kerusakan pada rumah serta infrastruktur pada suatu daerah
– Dalam kasus puting beliung ada beberapa kasus yang menimbulkan korban jiwa
– Menimbulkan kerugian material
– Merusak kebun-kebun warga
– Menciptakan banyak puing-puing dari kerusakan materi serta sampah yang berserakan
– Dapat menganggu jalannya ekonomi

Dampak buruk dari angin puting beliung :
– Dapat meluluhlantahkan tempat dengan area seluas 5 -10 kilometer.
– Rumah serta banyak tanaman akan hancur serta tumbang akibat diterjang oleh angin puting beliung.
– Makhluk hidup juga bisa mati akibat terlempar atau terbentur oleh benda-benda keras yang ikut
masuk dalam pusaran angin

Cara Aman Terhindar Angin Puting Beliung

Untuk mengantisipasi terjadinya puting beliung serta keamaan bagi anda sekaligus keluarga, kenali tanda-tanda apa saja yang yang menandakan kemunculan puting beliung. Selain itu anda juga harus selalu waspada dengan melakukan hal-hal yang di bawah ini:
1. Mengenali dengan betul tempat anda tinggal
2. Lakukan penghijauan
3. Buat hunian anda permanen dan kuat
4. Buat tempat perlindungan dibawah

Agar terhindar dari terjangan angin puting beliung perlu di ambil langkah antisipatif  berikut :

1. Menebang dahan-dahan dari pohon yang rimbun dan tinggi untuk mengurangi beban berat pada pohon tersebut.
2. Memperkuat atap rumah yang sudah rapuh
3. Cepat berlindung atau menjauh dari tempat kejadian, bila mengetahui adanya indikasi akan terjadi puting beliung

(*)