Seorang Pasien ODP Covid-19 di Polman Diinformasikan Meninggal

Gambar Seorang Pasien ODP Covid-19 di Polman Diinformasikan Meninggal

Mapos, Mamuju – Seorang pasien yang masuk dalam kategori orang Dalam Pemantauan (ODP) Corona Virus Desease (Covid) 19 di Kabupaten Polman dilaporkan meninggal dunia. Informasi ini tersebar melalui WhatsAPP Massanger yang berawal dari laporan kepada petugas di Polsek Campalagian Polda Sulbar.

Diinfokan bahwa pasien yang meninggal adalah Bulman (49) warga Dusun Ancole Desa Katumbangan Lemo Kecamatan Campalagian Kabupaten Polman.

Pada hari Jumat 27 Maret 2020 sekitar pukul 11.30 wita Kapolsek Campalagian IPTU Sukirno AS mendapatkan informasi melalui telepon dari Kepala UPTD Puskesmas Katumbangan, Hj. Ramlah, S.Kep dan Kades Katumbangan Lemo Baharia, S.Ip. Bahwa salah satu ODP Covid-19 atas nama Bulman meninggal dunia di rumahnya.

Dari hasil koordinasi yang dilakukan, diperoleh informasi dari Puskesmas Katumbangan, dr. Galuh Anindya Pratiwi. Saat melakukan pemeriksaan pada hari Rabu 18 Maret 2020, Bulman memang mengalami riwayat penyakit jantung, batuk pada malam hari, sering sesak, suhu badan 37 derajat dan sakit atau radang tenggorokan. Bulman saat itu belum masuk kategori demam karena dibawah 38 derajat.

Selanjutnya pada hari Kamis 19 Maret 2020 Petugas Medis Puskesmas Katumbangan yang dipimpin langsung Hj. Ramlahdidampingi IPTU Sukirno AS dan Ps Kanit IK Bripka Sirajuddin melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap Bulman. Dilaporkan bahwa kondisinya membaik, namun masih mengeluh seperti batuk dan sesak.

Petugas meyakini kondisi Bulman belum termasuk gejala Covic 19. Petugas Puskesmas Campalagian pun memberlakukan pengawasan terhadap warga yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri, untuk pencegahan dan penularan Covid-19.

Hasil wawancara terakhir pada hari Kamis 19 Maret 2020 dengan Bulman, , diperoleh keterangan bahwa ia baru berangkat dari Malaysia tanggal 13 Maret 2020 dan tiba di polman tanggal 15 Maret 2020. Dia mengalami riwayat penyakit jantung dan sering mengalami sesak dan akan mengikuti petunjuk petugas kesehatan untuk menjalani masa isolasi di rumah selama 14 hari. Serta tidak akan melakukan aktifitas maupun bersentuhan langsung dengan siapapun.

Kapolsek Campalagian pun memberikan himbauan melalui telepon kepada Kepala Desa Katumbangan agar masyarakat tidak merapat ke rumah duka. Sebab tidak menutup kemungkinan Bulman meninggal karena Covid 19.

Kapolres Polman AKBP. Muh. Rivai, membenarkaan informasi itu.

“Benar. Infonya ODP dan menurut dokter yang memeriksanya, pasien memiliki riwayat penyakit jantung,” katanya singkat.

Keterangan yang sama diungkap Kadis Dinkes Sulbar, dr. Muh. Alif Satria Lahmuddin. Ditegaskan, secara klinis Bulman mengalami gagal jantung.

“Selama dalam pemantauan, kondisinya terus membaik. Tapi, tiba-tiba kemudian dia mengalami nyeri dada yang hebat hingga akhirnya meninggal dunia,” terang Muhammad Alif.

(*)

Baca Juga