Seorang Jambret Diciduk Polisi, Satu Orang Temannya Dinyatakan Buron

  • 7 Feb 2019
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 287
Gambar Seorang Jambret Diciduk Polisi, Satu Orang Temannya Dinyatakan Buron

Mapos, Majene – Satuan Reserse Kriminal Polres Majene tidak tinggal diam jika ada kejahatan terjadi di wilayah hukumnya. Sikap tegas ini mereka buktikan dengan aksi nyata di lapangan.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan tengah jumpa pers terkait aksi jambret di Mapolres Majene, Kamis, 7 Pebruari 2019. Foto : Ist

Menurut Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Pandu Arief Setiawan, saat konferensi pers di Mapolres Majene, Kamis (7/2/2019), pelaku berhasil ditangkap tidak lama setelah dilaporkan oleh masyarakat.

Dikatakan, tersangka berinisial YS (19) warga Adolang Desa Lero, Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang dalam melakukan aksi jambretnya tidak sendirian. Ia ditemani oleh Fir alias Nanda (20) alamat Desa Pambuasung Kecamatan Balanipa Kabupaten Polman yang kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dihadapkan polisi, bukan hanya jambret yang diakui oleh YS, melainkan ia juga mengaku melakukan sejumlah kejahatan lain.

Kedua pelaku dalam melakukan aksi jambret secara berboncengan dengan menggunakan sepeda motor di Jl. Kapten Amir Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene.

“Mereka merampas atau mengambil secara paksa satu buah handphone milik salah seorang anak bernana Muh Algifari dan selanjutnya kedua pelaku kembali melakukan aksinya di wilayah Kelurahan Lembang dengan melakukan pencurian disebuah Kost Putri Lembang,” ungkap AKP Pandu.

Pelaku katanya, beraksi dengan jalan masuk kedalam kamar kost melalui jendela kamar lalu mengambil 1 unit laptop dan lima unit handphone milik korban, dimana korban dalam keadaan tertidur.

“Berkat kerjasama Tim Passaka Sat Reskrim Polres Majene dengan Tim Resmob Polres Polman salah seorang pelaku berinisia YS berhasil diamankan bersama barang bukti berupa 2 (dua) unit handphone merk Vivo dan Advan serta barang bukti lain masih dalam pencarian bersama satu orang tersangka lainnya yang masih buron,” terang AKP Pandu.

Pelaku diancam pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman diatas tujuh tahun penjara.

(Ipunk)