Satgas TMMD 110 Kodim 1401 Megedukasi Masyarakat tentang Posbindu PTM di Desa Awo

0
65

Mapos, Majene — Pada pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110 Ta 2021 Kodim 1401/Majene selain melaksanakan kegiatan pembangunan sasaran fisik, Satgas juga menggelar beberapa penyuluhan.

Salah satu diantaranya adalah penyuluhan tentang Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM). Kegiatan itu dilaksanakan di Dusun Tippulu, Desa Awo, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kab Majene, Kamis (24/03/2021).

Dengan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Majene,  Satgas TMMD ke-110 Ta 2021 Kodim 1401/Majene berharap adanya kesadaran masyarakat tentang Posbindu PTM.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Penyuluhan ini dilakukan agar masyarakat mengetahui apa itu Posbindu PTM, sehingga mereka kedepan membudayakan gaya hidup sehat, meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan faktor resiko penyakit tidak menular,” kata Dansatgas TMMD ke-110 Kodim 140l Majene, Letkol Inf Yudi Rombe.

Penyuluhan Posbindu PTM ini katanya, masuk kedalam kegiatan non fisik dari program TMMD yang bertujuan agar masyarakat Desa Awo mengetahui jenis penyakit yang berada disekitar kehidupan mereka dan akan berdampak buruk apabila tidak diterapkan dalam berpola hidup sehat.

Ditempat yang sama, Nurfatma Chairani TPG, mewakili Dinas Kesehatan Kabupaten Majene menyampaikan, Posbindu PTM adalah pos binaan terpadu yang menjadi wadah bagi masyarakat dalam melayani PTM (penyakit tidak menular. “PTM sendiri adalah penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan hidup seseorang, contohnya diabetes, asam urat, hipertensi, dan lain-lain,” ucapnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat bahwa, di masa pandemi Covid-19 ini agar semua warga selalu menerapkan protokol kesehatan dengan cara menggunakan masker dan mencuci tangan. “Tak lupa kami juga mengingatkan agar masyarakat yang berada di Desa Awo rutin untuk mengunjungi Posbindu minimal tiga bulan sekali, guna mengecek riwayat kesehatan sedini mungkin. “Sehingga untuk kedepannya kita dapat mengatasi masalah (penyakit) yang kemungkinan muncul,” pungkas Nurfatma.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.