Ricuh.. Tapal Batas Tidak Jelas, Dua Desa Saling Klaim Batas Wilayah

 

Foto Ilustras

Foto Ilustrasi

Mapos. Mamuju – Karena permasalahan tapal batas wilayah yang tidak jelas, dua desa yang ada di wilayah Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat saling mengklaim batas wilayahnya. Mulai dari infrastruktur hingga kejelasan penduduknya menjadi persoalan bagi Dusun Malauwwa Desa Sumare dan Desa Tapandullu. Bahkan saat ini, masalah tapal batas wilayah desa menjadi persoalan di internal dua desa tersebut.

“Padahal sebenarnya patok batas wilayah dua desa ini sudah ditentukan dari dulu yakni Dusun Malauwwa merupakan wilayah Desa Tapandullu. Tapi kenyataannya ada beberapa masyarakat di wilayah Dusun Malauwwa Desa Sumare yang mengklaim tidak masuk wilayah Desa Tapandullu.

“Dari dulu Dusun Malauwwa Desa Sumare masuk dalam wilayah Desa Tapandullu namun yang mengherankan, setelah berdirinya tempat wisata disitu, Dusun Malauwwa Desa Sumare mengklaim bahwa Dusun Malauwwa tidak masuk dalam wilayah Desa Tapandullu, ini yang menjadi pertanyaan sejuta masyarakat di Desa Tapandullu. Dari batas mana hingga Dusun Malauwwa mengklaimnya sedangkan batas-batasnya sesuai patok dari dulu sudah amat jelas”, kata sumber yang enggan disebutkan namanya.

“Saya meminta kepada pihak Pemda Mamuju dan Kecamatan bisa menyelesaikan persoalan tapal batas desa ini. Tujuannya agar ada kejelasan, kalau memang ada yang melanggar tegaskan melalui aturan,” tegasnya.

Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Dikatakan, masalah ini perlu ada musyawarah yang difasilitasi pihak Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan soal tapal batas wilayah kedua desa ini. Karena ketidakjelasan tapal batas wilayah akan berdampak pada tidak lancarnya pembangunan.

“Permasalahan tapal batas wilayah ini dapat  menghambat pembangunan. Dan harus segera di selesaikan, jangan sampai warga masyarakat jadi korbanya,” katanya.

Ia meminta, permasalahan kedua desa terkait tapal batas wilayah dapat diselesaikan secara musyawarah untuk mufakat. Sehingga kedua desa akan tahu mana yang masuk dalam wilayah Desa Tapandullu dan mana yang tidak masuk.

“Sebenarnya masalah ini sepele tidak begitu besar tapi selama ini Pemda Mamuju selalu menutup mata dari masalah ini,

Sekali lagi kami meminta kepada Pemda Mamuju untuk segera permasalahan itu diselesaikan secepatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, keributan sempat tak terhindarkan, antara dua desa saling menyerang yang mengakibatkan 5 orang menjadi korban. Keributan terjadi pada Kamis malam (07/09/2017), sekitar pukul 22.00 Wita.

(toni)