Ramlan: Tahun 2020 Anggran Jalan Nosu Pana’ Sebesar Rp31 M

Gambar Ramlan: Tahun 2020 Anggran Jalan Nosu Pana’ Sebesar Rp31 M

Mapos, Mamasa — Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi menyebut anggaran pembangunan jalan menuju Kecamatan Nosu dan Pana’ untuk tahun anggran 2020 bernilai sekitar Rp31 miliar.

Hal tersebut diungkapkan Ramlan Badawi dalam merespon tuntutan massa aksi dari Aliansi Masyarakat Sipil Tandalangngan Tandasau’ Menggugat (AMSI-TTM) Senin (09/03/2020) di ruang pola kantor Bupati Mamasa.

Dia merincikan, anggaran yang masuk untuk jalan Kecamatan Nosu dan Pana’ tahun ini bersumber dari APBD Provinsi sekitar Rp10 miliar dan APBD Kabupaten senilai Rp21 miliar. Sehingga totalnya sekitar 31 Miliar.

“Yang pasti hari ini masuk anggran melalui provinsi Ep10 miliar dan kabupaten Rp21 miliar,” katanya.

Menurut Ramlan, angka itu sebagai wujud perhatian Pemkab Mamasa terhadap keluhan masyarakat terkait infrastruktur jalan yang sampai saat ini masih menjadi keluhan.

Tak hanya itu, disebutkan pula bahwa dana tanggap darurat yang dialokasikan untuk penanganan tanggap darurat jalan tersebut, sebanyak Rp3,5 miliar dialokasikan khusus untuk wilayah tandalangngan.

“Dari sekitar Ep5 miliar dana tanggap darurat, Rp3,5 miliar dialokasikan khusus untuk wilayah Tandalangngan dan ini tidak diketahui oleh wilayah lain,” aku Ramlan.

Sementara dua unit alat berat, hingga saat ini masih stand by di wilayah tersebut untuk melakukan penanganan terhadap jalan yang rusak berat. Swhingga tetap bisa diakses oleh masyarakat.

Hal ini menurutnya sebagai langkah kongkrit Pemerintah Daerah juga sebagai bentuk komitmen Bupati Mamasa sebagai pemenang pilkada dari wilayah dua. Dalam merespon keluhan dan tuntutan Masyarakat wilayah dua khususnya Kecamatan Nosu dan Pana’ yang masih mengeluhkan buruknya infrastrujtur jalan.

“Komitmen saya sebagai pemenang pilkada dari wilayah dua sudah lebih dari yang lain. Contohnya alat berat semua lari ke wilayah dua. Wilayah satu dan tiga saya sudah abaikan dan fokus ke wilayah Tandalangngan. Jadi langkah kongkrit apa lagi yang harus saya lakukan?” katanya.

Jenderal Lapangan Risal Landolalan menyebutkan, sekitar dari 40 km jalan menuju Kecamatan Pana’, yang dikerjakan hingga saat ini baru sekitar 6 km. Selebihnya itu kurang lebih kubangan kerbau. Risal menilai, kondisi itu sangat berdampak pada mandeknya perekonomian masyarakat.

“Bayangkan saja, harga gas LPG 3 kg di Kecamatan Pana’ biasa mencapai Rp50 ribu per tabung, karena kondisi infrastruktur jalan yang sangat sulit dijangkau. Ini betul-betul menjadi keresahan kami masyarakat wilayah Tandalangngan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa potensi pertani di Kecamatan Nosu dan Pana’ sesungguhnya sangat besar. Namun kembali pada buruk infrastruktur yang menjadi persoalan bagi masyarakt untuk mengembangkan potensi yang ada.

Terkait dengan anggaran yang telah dikucurkan pemerintah, Risal meminta agar benar-benar dikelola dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

Karena itu, mereka meminta kepada DPRD Kabupaten Mamasa menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

(anis)

Baca Juga