Puluhan Prajurit KIPAN A Yonif 721 Akan Berangkat Jaga Perbatasan

  • 24 Jun 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 1353
Gambar Puluhan Prajurit KIPAN A Yonif 721 Akan Berangkat Jaga Perbatasan

Mapos, Majene — Sedikitnya 85 orang prajurit Kompi Senapan A 721 Majene akan diberangkatkan untuk satuan tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI – Papua Nugini (PNG) yang dijadwalkan pada 27 Juni 2019 mendatang.

Hal ini dikatakan Komandan Batalyon 721 Makkasau – Letkol Inf Andi Wicaksana Wibawa saat melakukan do’a bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Majene di
Asrama Kompi 721 Majene
Senin, (24/6/2019).

Dihadapan Bupati Majene Fahmi Massiara, Dandim 1401 Majene Letkol Inf Ragung Ismail Akbar dan anggota Kompi 721 beserta istri,
Andi Wicaksana Wibawa menyebut, anggota Batalyon 721 yang akan berangkat jumlahnya mencapai 450 orang.

“Kami mengharap ke Pak Bupati. Ini adalah sedikit tradisi, untuk dapat mengantar anggota kami ke tempat tugas. Kami mohon restu dari Bupati Majene, semoga kita berangkat dan kembali dengan selamat semua,” tutur alumni Akmil tahun 2001 ini.

Menurut Andi, ia seangkatan Ragung Ismail Akbar di Akmil dan kebanyakan orang menyangka dirinya asli asal Sulawesi. “Padahal, saya asli dari Jawa Tengah, makanya saya ditempatkan di 721 Makkasau,” ungkap Andi sembari berkelakar.

Usai acara katanya, pihak 721 akan menjadikan Bupati Majene Fahmi Massiara menjadi warga kehormatan 721 Makkasau.

“Sekali lagi, kami mohon restu dan do’a dari semua warga Majene serta Pemerintah Majene, semoga kami semua tetap dalam lindungan Allah SWT saat menjalankan tugas negara,” tutup Andi Wicaksana.

Pada kesempatan sama, Bupati Fahmi mengatakan, kehadirannya dalam acara itu lantaran sudah disampaikan sebelumnya oleh Letkol Ragung tentang rencana pembrangkatan prajurit Kompi A 721 Majene untuk menjaga perbatasan RI dengan satuan lainnya.

“Sebagaimana program yang telah disampaikan tersebut, saya kira ini merupakan program berjenjang dari pimpinan TNI untuk menjaga kedaulatan NKRi. Yang mana kita ketahui bersama bahwa NKRI mempunyai luas yang cukup besar, mau tidak mau dibeberapa tempat masih rawan dan tentu membutuhkan penjagaan serta pengawalan secara periodik juga sudah dilakukan setiap waktu,” beber Fahmi.

Ia berharap berapapun jumlah anggota yang berangkat begitu jaga jumlahnya yang kembali.

“Semoga dalam menjalani kegiatan nantinya akan tetap muncul semangat yang kuat dalam diri masing-masing, tetap jaya selalu, tidak terkoyak-koyak dengan isu yang bisa melemahkan semangat nasionalisme,” kata Fahmi Massiara.

Akhirnya ia menegaskan iringan do’a dari Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Majene. “Semoga semuanya selalu dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.

(ipunk)