Proyek Kampung Nelayan 2025 di Sumare Diduga Merambah Hutan Mangrove

Mapos, Mamuju – Proyek pembangunan Kampung Nelayan 2025 yang berlokasi di Dusun Batu Lappa Utara, Desa Sumare, Kecamatan Simboro dan Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat diduga telah merambah kawasan mangrove yang menjadi ekosistem penting di wilayah pesisir tersebut.

Proyek yang saat ini tengah memasuki tahap pengerjaan itu diketahui akan membangun sejumlah fasilitas seperti storet, pabrik es, pelabuhan, serta sarana perkantoran bagi Koperasi Merah Putih. Namun, hasil penelusuran lapangan menunjukkan adanya indikasi bahwa sebagian area proyek bersinggungan langsung dengan kawasan yang ditumbuhi vegetasi mangrove.

Andi Ariel aktivis pecinta alam mengatakan, berdasarkan pantauan di lokasi, ditemukan sejumlah tanaman bakau dengan tinggi antara 50 sentimeter hingga satu meter yang diduga telah ditebang untuk memberi ruang bagi aktivitas pembangunan. Meski berukuran kecil, tanaman mangrove tetap termasuk dalam kategori flora yang dilindungi oleh hukum di Indonesia.

Terpisah, Sekertaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra Muh. Masril menyebut, setiap jenis mangrove tanpa memandang usia atau ukuran memiliki fungsi ekologis yang krusial, mulai dari menahan abrasi pantai, menjadi habitat biota laut, hingga melindungi pesisir dari banjir dan kerusakan lingkungan.

“Secara hukum penebangan atau perusakan hutan mangrove merupakan pelanggaran yang dapat dikenai sanksi pidana dan denda sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Masril.

Pihaknya berharap aparat penegak hukum serta Pemerintah Kabupaten Mamuju yang menangani hal ini agar segera bertindak secara tegas atas hal ini.

“Aparat penegak hukum dan Pemerintah Kabupaten Mamuju segera mengambil langkah sebelum terjadinya kerusakan yang lebih luas,”pungkas Masril.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan adanya perambahan vegetasi mangrove di lokasi pembangunan.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...