Dinsos P3APMD Sulbar Gelar Workshop Pencegahan Kekerasan di SMA N 2 Mamuju

Mapos, Mamuju – Untuk mendukung Visi Misi “Panca Daya” Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Bersama Wakilnya, Salim S. Mengga. Dinas Sosial P3APMD Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar workshop pencegahan tindak kekerasan di lingkungan sekolah dengan mengusung tema “Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan Tanpa Kekerasan.” Kegiatan ini berlangsung di SMA Negeri 2 Mamuju pada Selasa, 28 April 2026.

Workshop tersebut diikuti oleh para siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan tujuan meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi peserta untuk memahami cara pencegahan serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Kepala Bidang PPPA, Nana Darmania, dalam sambutannya menekankan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi tumbuh kembang anak. Ia menyampaikan bahwa upaya pencegahan kekerasan tidak hanya menjadi tanggung jawab guru, tetapi juga seluruh elemen sekolah.

“Melalui workshop ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa setiap anak berhak merasa aman dan nyaman di sekolah. Pencegahan kekerasan harus dimulai dari pemahaman bersama, komunikasi yang baik, serta keberanian untuk melapor jika terjadi tindakan yang tidak semestinya,” ujar Nana Darmania.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3APMD Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata dalam membangun budaya sekolah yang positif.

“Kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan tidak ada lagi ruang bagi kekerasan di lingkungan pendidikan. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan, di mana anak-anak bisa belajar, berkembang, dan meraih masa depan tanpa rasa takut,” kata Darmawati.

Kegiatan workshop ini diisi dengan sesi pemaparan materi, serta diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, yang diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta membangun komitmen bersama dalam mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua.

(*)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...