Polsek Karossa Damaikan Dua Warga Terkait Penganiayaan

Gambar Polsek Karossa Damaikan Dua Warga Terkait Penganiayaan

Mapos, Mateng – Banyak kasus kecil yang berujung pidana. Tapi di Karossa, Mamuju Tengah, Sulbar, persoalan yang sempat dilaporkan ke polisi berhasil didamaikan.

Urusannya sangat sepele, soal anak hingga memicu orang tuanya keberatan yang kemudian terjadi penganiayaan. Polisi pun kemudian turun tangan ikut mendamaikan warga yang berselisih agar persoalan selesai.

Kasus ini menimpa seorang perempuan bernama Martina Lili Sampe, warga di Dusun Durikumba, Desa Karossa. Ia mengalami penganiayaan oleh kakak kandungnya sendiri yakni Markus Sattu. Akibat dari kejadian itu, korban melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Karossa.

Perselisihan ini akhirnya didamaikan oleh BKTM Lara Bripka Akhmad Saihu, bersama perangkat desa setempat. Mereka mempertemukan pihak yang berselisih untuk mencari penyelesaian persoalan.

“Sudah dimediasi. Diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Kapolsek Karossa, Iptu Mukhtar Mahdi, Sabtu (2/3/2019).

Dalam pertemuan itu, pelaku dan korban bersepakat untuk berdamai.

Belajar dari kejadian ini, Mukhtar berharap perselisihan yang terjadi di tengah warga bisa lebih dulu diselesaikan dengan cara kekeluargaan, bukan saling lapor polisi.

“Pelaku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Surat perdamaian terlampir dan dilaksanakan di Polsek Karossa,” tutur Mukhtar.

Begini kronologisnya, cerita Mukhtar, awalnya lelaki Markus Sattu Sedang nonton televisi, kemudian anak dari perempuan Martina Lili Sampe lewat sambil membawa kursi keluar masuk kamar sehingga lelaki Markus merasa terganggu dan menegur anak tersebut. Namun orang tua dari anak itu, yakni Martina Lili Sampe tidak terima anaknya ditegur, sehingga terjadi adu mulut yang kemudian berujung pada pemukulan.

“Penganiayaan itu terjadi pada Sabtu, 2 Maret 2019, pukul 13.00 Wita,” tutup Mukhtar.

(usman)

Baca Juga