Polres Matra Bekuk Kurir Narkoba Antar Provinsi, Sita 205.68 Gram Sabu

2017-11-08_21.30.26

Mapos, Matra – Polres Mamuju Utara berhasil menangkap satu orang tersangka kurir narkoba jaringan antarprovinsi. Pelaku ditangkap di Bundaran Smart City Kota Pasangkayu beserta barang bukti narkoba jenis sabu seberat 205.68 gram.

Dari jumpa pers yang dilakukan oleh Kapolres Matra, Rabu (08/11/2017), mengatakan pelaku ARD (25) adalah Kurir narkoba sedangkan jaringan peredarannya yaitu Pare-pare, Mamuju, Mamuju Utara, Gorontalo, Palu, Ampana dan Poso Sulawesi tengah.

Kapolres Matra AKBP. Made Ary Pradana mengatakan, pada hari selasa (07/11/2017) kemarin, tim Sat Narkoba Polres Matra mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada terduga kurir narkoba melintas dari Pare-pare ke Matra menggunakan kendaraan umum. Menidaklanjuti laporan tersebut, tim Sat Narkoba langsung mengintai di jalan soekarno dan melihat kendaraan yang dimaksud lewat dan langsung melakukan penggerebekan di seluruh kendaran tersebut.

“Tim kami langsung menindak lanjuti informasi dari masyarakat yaitu sesuai dengan nama dan kendaraan dan ciri-ciri yang dimaksud, saat pengerebekan, tim kami menemukan satu orang tersangka dengan inisial ARD yang diduga sebagai Kurir, setelah digeledah, kami menemukan 205.68 gram narkoba jenis sabu,” ungkapnya.

Made Ary juga mengatakan, berdasarkan interogasi singkat saat penangkapan, terungkap bahwa tersangka ARD disuruh mengantar pesanan narkoba jenis sabu dari seseorang di Pare-pare, Sulawesi Selatan bernama Vocal dengan imbalan Rp10 juta. Dari Pare-pare, Ia (ARD, Red) menggunakan kendaraan umum, setiba di Mamuju pukul 21.00 Wita, Ia turun di depan SPBU Mamuju dan berganti kendaraan umum menuju ke Matra.

Tepat pukul 07.30 Wita akhirnya Sat Narkoba berhasil membekuk pelaku di Bundaran City Pasang kayu, Mamuju Utara. Kini satu orang tersebut atas nama Vocal masuk dalam buron dan menjadi DPO, ucap Made Ary.

Adapun barang bukti yang disita diantaranya, 1 bungkus plastik warna hitam, 4 bungkus / bal sabu-sabu dengan rincian sebagai berikut :
– 1 bungkus berat 51,27 gram
– 1 bungkus berat 51,62 gram
– 1 bungkus berat 51,70 gram
– 1 bungkus berat 51,07 gram
Total keseluruhan 205,68 gram.

Adapun pasal yang disangkakan yakni, pasal 114 ayat 2 pasal 112 ayat 2 UU 35 thn 2009 tentang Narkotika dengan Ancaman hukuman minimum 6 tahun dan maksimun 20 tahun penjara serta denda 10 milyar rupiah, tutup Made Ary.

(usman)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...