Polres Majene Temukan Tulang Belulang Orok

IMG-20171021-WA0072

Polres Majene Temukan Tulang Belulang Orok

Mapos, Majene – Jajaran Polres Majene kembali menemukan tulang belulang orok di Lingkungan Deteng-Dateng Kelurahan Tototoli Kecamatan Banggae, Sabtu (21/10/2017) pukul 13.25 Wita, setelah sebelumnya mengungkap kasus aborsi dengan melibatkan lulusan kebidanan di salah satu perguruan tinggi di daerah itu.

Satuan Reskrim dan Satuan Intelkam Polres Majene yang dipimpin oleh Kasat Reskrim AKP Syaiful Isnaini menemukan tulng belulang orok ini setelah melakukan pengembangan atas kasus aborsi yang telah disidik sebelumnya.

Menurut Syaiful Isnaini, bersama sejumlah personel Polres Majene, dirinya melakukan penggalian kuburan janin manusia dibelakang rumah salah satu warga bernama Masni di Lingkungan Deteng-Dateng Kelurahan Totoli Kecamatn Banggae.

IMG-20171021-WA0071

Orok yang ditemukan aparat Polres Majene

“Saat dilakukan penggalian, ditemukan tulang tulang yang tidak utuh lagi serta kain yang digunakan untuk membungkus janin bayi. Selanjutunya, tulang yang diduga sebagai tulang janin manusia diduga dikuburkan sekitar tiga bulan yang lalu, selanjutnya dievakuasi oleh Kanit Identifikasi Aiptu Kaharuddin ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene untuk dilakukan visum,” kata Kapolres Majene, AKBP Asri Effendy petang tadi.

Menurut laporan anggotanya, lanjut Asri Effendy, dari pengakuan tersangka, perbuatan aborsi dia lakukan disalah satu wisma di kabupaten Majene dengan umur bayi dalam kandungan berusia lima bulan.

Sementara itu, polisi telah memerikas seorang perempuan bernama FNGF (24) yang berprofesi sebagai pemandu lagu disalah satu karaoke, satu orang pria berinisial Muh E (22) berprofesi sebagai bengkel dan satu orang perempuan alumni kebidanan berinisial RD (24).

Hingga berita ini naik tayang, polisi belum melakukan penahanan kepada tersangka dengan alasan belum dilakukan gelar perkara.

“Kami belum melakukan penahanan karena perkaranya belum digelar,” sebut Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini di balik telepon genggamnya.

(farid)