Polda Sulbar Musnahkan 998 Gram Sabu

0
65

Mapos, Mamuju – Polda Sulawesi Barat memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu, Pil PCC, Pil THD, minuman keras oplosan. Sejumlah barang bukti sabu yang disita itu salah satunya terkait jaringan Malaysia-Indonesia.

Pemusnahan narkoba dilakukan di halaman Mapolda Sulbar, jalan Ahmad Kirang Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Kamis (24/5/2018).

Ada 998 gram sabu, pil PCC 970 butir, pil THD 1000 butir, minuman keras 539 botol dan minuman keras tradisional 312 liter, 60 botol minuman serta 1600 sachet obat cair merk komix yang dimusnahkan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Barang bukti sabu dimusnahkan dengan cara direbus dalam air mendidih. Sedangkan miras dimusnahkan dengan cara dilindas kendaraan berat di sebuah tempat yang sudah disediakan.

Kapolda Sulbar Brigjen (Pol) Baharuddin Djafar mengatakan barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan pada periode April-Mei 2018 oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulbar dan polres.

Terkait peredaran narkoba di wilayah Sulbar yang terbilang cukup tinggi, Kapolda akan memperketat penjagaan perairan dan mempersempit ruang gerak para anggota sindikat narkoba agar tidak masuk ke Sulbar.

“Kita akan melakukan evaluasi. Anggota di pos kita pertebal serta membuat timsus yang tugasnya memonitor jaringan sindikat narkoba,” ujar Baharuddin.

Ia berharap, ada efek jera bagi para pelaku dan masyarakat agar dapat terhindar dari pengaruh narkoba.

“Semua barang bukti kita musnakan di depan umum, ini untuk menghindari penilaian masyarakat bahwa barang bukti yang disita oleh petugas betul-betul dimusnakan dan tidak disalahgunakan,” imbuhnya.

Terkhusus untuk miras, lanjut Baharuddin, agar dibuatkan payung hukum melalui Perda provinsi maupun di kabupaten agar petugas dapat bertindak secara profesional. Disamping itu, ada efek jera.

“Perda Miras harus segera dibuat, agar anggota dilapangan bisa bertindak secara profesional sekaligus ada efek jera bagi yang kedapatan mengkomsumsi maupun penjualnya yang tidak memiliki ijin resmi,” ujarnya.

Baharuddin berharap, ada peran serta dari masyarakat dan stekholder dalam memberantas penyakit masyarakat.

Pemusnahan barang bukti di halaman Mapolda Sulbar.

“Saya mengajak semuanya, baik para tokoh agama, tokoh masyarakat dan para tokoh pemuda serta seluruh stekholder agar secara bersama-sama memberantas penyakit masyarakat ini,” tutupnya.

(usman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.