Petugas KPPS Keluhkan Honor yang Tidak Sebanding Beban Kerja

0
76

Mapos, Majene – Perhelatan pesta demokrasi kini memasuki H+1, namun masih menyisakan sejumlah persoalan di lapangan.

Kerja Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mulai dari membagikan surat panggilan hingga membangun tanda untuk menyiapkan sarana atau prasarana di tempat pemungutan suara (TPS) sejak H-3 dirasa tak sesuai penghasilan yang mereka dapat.

“Semua kita kerjakan secara maraton. Tenaga yang kami keluarkan tidak sebanding dengan honor yang kami terima,” ungkap salah seorang Ketua KPPS di TPS 8 Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur – Saharuddin, Kamis (18/4/2019).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Menurutnya, yang berat yaitu pada saat hari H, karena dia dan anggota KPPS sudah berada di TPS sebelum pukul 07.00 waktu setempat.

“Belum lagi menghadapi calon pemilih yang tidak menerima surat panggilan. Kita di maki-maki habis oleh warga. Saya sudah tobat menerima tugas seperti ini,” katanya.

Ia menyesalkan pihak KPU yang membiayai kegiatan lain seperti lomba foto selfie di Instagram dan kegiatan lain yang terkesan hanya menghamburkan uang sia-sia.

“Mendingan uangnya dipakai untuk menambah honor petugas KPPS,” pinta Saharuddin.

Disinggung soal besaran honor yang mereka terima, ia mengatakan, honornya hanya Rp475 ribu. “Dari KPU memang Rp500 ribu, tapi potong pajak,” jelasnya.

Sayangnya Ketua KPU Majene – Arsalin Aras belum berhasil dikonfirmasi terkait keluhan petugas KPPS di lapangan.

(ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.