Peristiwa Banting Meja di DPRD Majene Diganjar Hasil Sepakat Layanan Kesehatan Prioritas kepada Masyrakat Kecil

  • 28 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 1932
Gambar Peristiwa Banting Meja di DPRD Majene Diganjar Hasil Sepakat Layanan Kesehatan Prioritas kepada Masyrakat Kecil

Mapos, Majene — Peristiwa cukup memalukan kembali terjadi di Gedung DPRD Majene, Selasa (28/01/2020) pagi.

Betapa tidak, salah seorang unsur Pimpinan DPRD Majene, Adi Ahsan mendadak murka dan membanting meja setelah diminta oleh Ketua DPRD Majene Salmawati Jamado untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) atas 12 Puskesmas yang ada di Majene dilakukan secara tertutup.

Adi Ahsan menilai, RDP soal layanan kesehatan di Majene yang dia nilai buruk tidak harus dibahas secara tertutup karena menyangkut layanan masyarakat secara umum.

Buruknya layanan kesehatan di Majene, anggap Adi Ahsan sehingga mengakibatkan salah seorang warga Sendana bernama Amaidah (15) meninggal dunia pada 24 Januari 2020 lalu.

RDP dilakukan oleh DPRD Majene lantaran tidak sedikit masyarakat mengeluh karena tidak mendapatkan layanan pada Fasilitas Kesehatan (Faskes) ditingkat pertama seperti Puskesmas secara maksimal dan berujung meninggalnya pasien miskin seperti Amaidah.

Nampak Adi Ahsan terbawa emosi melhat ada warga yang tidak ditangani dengan baik melalui Faskes.

Data yang berhasil dihimpun media ini terungkap, usai RDP di Gedung DPRD Majene siang tadi, di beranda FB Adi Ahsan Ia menulis “Alfatiha, Selamat jalan “pejuang” kemanusiaan”, Amaidah.

Tubuhmu boleh tak bernyawa lagi, tapi semangat kemanusiaan itu akan tetap merasuki pikiran kami.

Selamat jlan dalam tidur panjangmu nak, hari ini kami “kesetanan” saat membahas kematianmu di gedung terhormat. Meja itu harus kami banting, krn kami tdk ingin ada org2 yg menghalangi niat kami utk menjaga saudara2mu agar tdk mengalami hal yg sama, kami tdk ingin mereka mencurigai kami akan menyudutkan pihak2 tertentu, niat kami murni, menghentikan peristiwa itu terulang menimpa saudara2mu yg lainx.

Selamat jalan “pahlawan kemanusiaan” nan belia (Almaidah 15 tahun), hari ini kami rapat nak, krn kematianmu “pahlawanku”, kami bersepakat dgn 12 puskesmas, kepala dinas kesehatan, direktur r.sakit dan jajaranx, agar dikemudian hari tak ada lagi peristiwa seperti yg kamu alami nak. Tak ada lagi rujukan pasien emergensi yg ditunda dgn alasan apapun.

Selamat jalan “pahlawanku” semoga tenang dalam tidur panjangmu. Amin.
————————————–
Atas nama Wakil Ketua DPRD Majene, kepada seluruh rakyat majene, kami sampaikan permohonan maaf atas peristiwa yg menimpa Almarhum Almaidah. Sekaligus hormat mf kami atas insiden yg terjadi dalam Rapat Dengar Pendapat di gedung DPRD siang tadi,
” tulis Adi Ahsan.

(ipunk)