Pengurus TP PKK Bersinergi dengan Semua OPD dan ada Laki-laki, Kok Bisa?

  • 9 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 550
Gambar Pengurus TP PKK Bersinergi dengan Semua OPD dan ada Laki-laki, Kok Bisa?

Mapos, Majene –Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia.

Ternyata dalam kepengurusan Tim Penggerak PKK dalam perjalanannya tidak hanya terbatas kepada jenis kelamin wanita saja tapi juga laki-laki dapat menjadi pengurus.

“Ini yang belum banyak diketahui oleh masyarakat,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Majene, Ny Hj Fatmawati Fahmi kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).

Dikatakan, apabila sosok perempuan yang menjabat sebagai pimpinan wilayah, maka ketua PKKnya adalah laki-laki jika mampu.

“Tapi bila tidak mampu, maka bisa tugas atau kepengurusannya diberikan kepada yang lain,” kata Hj Fatmawati Fahmi.

Ia menyontohkan mantan bupati dua periode Kabupaten Rote Ndao yaitu Lens Haning yang dilantik sebagai Ketua TP PKK Rote Ndao, Pulau Rote, Provinsi NTT.

“Ia dilantik karena Paulina Hanig Bullu kini menjabat sebagai Bupati Rote Ndao,” kata Fatmawati.

Kepengurusan TP PKK yang mengakomodir laki-laki memang sudah termaktub dalam Keputusan Mendagri yang menyebutkan gender, yaitu kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Senada dengan pengakuan Ketua Pokja I TP PKK Kabupaten Majene, Ny Masyita. Jenis kelamin laki-laki dalam kepengurusan PKK masuk dalam gender.

“Artinya, ruang TP PKK tidak terbatas hanya kepada jenis kelamin perempuan saja,” katanya.

Ia juga menyinggung soal kinerja TP PKK Majene yang jauh lebih maju dari TP PKK kabupaten lain di Sulbar.

Dia menyebut, sebenarnya, TP PKK Kabupaten Majene sudah sangat aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk bagaimana meningkatkan taraf hidup perempuan.

“Setiap bulan kita sudah mengagendakan untuk mendatangi parenty yaitu orang tua untuk memantau yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Seperti, mengedukasi mereka agar menghindari pernikahan dini dan sebagainya,” ungkap Masyita dan menambahkan bahwa PKK Majene telah bekerja terus untuk menjadikan kaum ibu di Majene akan lebih baik lagi kedepan.

Lain hal yang diutarakan oleh Ketua Pokja II, Ny Supiati Mansyur. Pokja yang dibawahinya memprioritaskan kejar Paket A,B,C dan wajib belajar 2 tahun serta mendata 3 buta dan seterusnya.

“Hasil pendataan itu kita berikan kepada Pokja III yang kebetulan diketuai oleh Kepala Bidang PNFI Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Majene, Rahman,” ungkap Supiati.

Dia tidak memungkiri, PR PKK saat ini adalah masyarakat pesisir sekarang yang cenderung tidak melanjutkan pendidikan di usia sekolah lantaran banyak anak usia sekolah dibawa oleh orang tuanya untuk melaut.

“Ini menjadi PR kita bersama termasuk wartawan. Saya harap agar wartawan turut memberikan edukasi kepada para orang tua di masyarakat pesisir menyekolahkan anaknya,” pinta Supiati.

Dilain pihak, Ketua Pokja III TP PKK Kabupaten Majene, Rahman mengaku, keberadaannya dalam kepengurusan TP PKK Majene yang dilantik pada 2016 silam bersama 8 laki-laki disemua Pokja adalah berdasarkan aturan.

“Saya, pada bulan sembilan 2019 dapat promosi untuk pimpin Pokja III, yaitu menangani bidang pangan, sandang dan tata laksana rumah tangga,” akunya.

Lebih jauh kata dia, program kegiatan ini tentu berhubungan dengan OPD tertentu.

“Bagaimana meningkatkan ketersediaan pangan melalui festival pangan lokal, gemar makan ikan bagi anak usia sekolah dan masyarakat. Kita tentu berhubungan dengan OPD,” sebut Rahman.

Ia juga menyinggung soal program sandang. “Bagaimana memotivasi masyarakat untuk menggunakan busana lokal seperti menggunakan sutra Mandar. Dan memanfaatkan pekarangan rumah, rumah layak huni dan tentu bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan.

“Inilah OPD yang menjadi mitra kerja sama Pokja III. Begitu juga dengan Pokja lainnya, tentu akan bersinergi dengan TP PKK,” katanya.

Dia berharap, program jangka pendek, menengah dan panjang TP PKK Kabupaten Majene akan terealisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

(ipunk)