Penderita Tumor Dapat Bantuan

20170915_143429Lansia Penderita Tumor Dapat Bantuan.

Mapos. Majene – Wanita Lanjut Usia (Lansia), Baharia (80) yang divonis oleh tim dokter mengidap penyakit tumor dan kista menerima bantuan dari berbagai pihak, setelah kondisinya diviralkan oleh salah seorang penggiat kemanusiaan Arlin Aras.

Baharia, warga Lingkungan Leppe Barat Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur yang menempati gubuk reok ukuran 3 × 3 meter ini divonis oleh tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene menderita penyakit kista dan tumor kandungan stadium akhir.

Diantara pemberi bantuan tak lain jajaran Polres Majene. Kapolres Majene AKBP Asri Effendy bersama istri dengan sejumlah bingkisan dan ditenteng langsung olehnya datang menyambangi rumah Baharia.

Menurut Asri Effendy, bantuan yang dia berikan adalah salah satu program lanjutan dari Kapolres sebelumnya yaitu program Sumbang Seribu Sehari (3S).

“Program ini adalah program seribu sehari yang dimiliki oleh Polres Majene. Program ini dilakukan selain untuk menumbuhkan empati anggota sendiri kepada masyarakat yang membutuhkan, juga memberikan manfaat atas program tiga 3S ini terutama kepada janda Lansia dan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa polisi juga sama, memiliki rasa sosial dan kemanusiaan sehingga kedekatan antara masyarakat dengan polisi tercipta dalam membangun Majene dalam suasana kondusif.

Melihat kondisi Baharia, Asri Effendy merasa prihatin. “Sebagai anak melihat ibu yang sudah sepuh, yah saya hanya mampu berdo’a, moga-moga diberi yang terbaik,” katanya sedih.

Kondisi seperti Baharia menurut Asri Effendy cukup banyak ditemukan sejak program 3S Polres berjalan.

Selain Polres Majene, instansi pemerintah lain seperti Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Penerangan jalan dan Pertanahan (Disperkimta) Kabupaten Majene turut memberikan bantuan.

Kepala Bidang Perumahan Disperkimta, Syur Ariati melalui stafnya Wahyudin Syam memberikan bantuan kepada Baharia ala kadarnya.

” Kita hanya memberikan bantuan ala kadarnya untuk sekedar meringankan beban penderita. Insya Allah kalau ibu Kabid pulang, dia sendiri yang akan menambah bantuan karena anak Baharia berstatus honorer di Pemadam Kebakaran yang dulunya satu dinas dengan Disperkimta,” kata Wahyudin Syam.

Pada kesempatan sama, anak Baharia, Syafry ditanya soal sudah berapa lama ibunya menderita penyakit tumor dan kista, mengatakan ibunya menderita penyakit tumor sejak beberapa tahun silam dan pernah dirawat di RSUD Majene.

“Dia (Baharia) sudah pernah dirawat di rumah sakit dan waktu itu sempat ditransfusi darah sebanyak empat kantong. Kami sangat kesulitan dalam soal biaya. Memang biayanya ada dari BPJS tapi tidak mencukupi,” kata Syafry.

Disinggung soal siap tidaknya pihak keluarga untuk mengobati Baharia ke tingkat lanjut ke Makassar, Syafry tidak bisa memberikan jawaban pasti. Karena, bisa saja dirinya mau, namun ibunya yang tidak mau.

“Saya tidak bisa memaksakan ibu saya untuk lanjut berobat pak. Apa lagi melihat kondisinya yang semakin hari semakin memburuk,” kata Syafry sedih.

Sementara, Arlin Aras masih terus berharap agar masyarakat lain turut memberikan bantuan agar beban derita yang dialami Baharia dan keluarganya menjadi ringan. (farid)