Pemkab Majene Sharing Program dengan Pemkab Sidrap

  • 10 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 228
Gambar Pemkab Majene Sharing Program dengan Pemkab Sidrap

Mapos, Majene – Demi meningkatkan sistem pemerintahan, pendapatan (PAD), penanggulangan bencana, pendidikan, perhubungan, perizinan, wawasan kebangsaan, budaya dan pariwisata, Pemkab Majene melakukan sharing program ke Kabupaten Sidrap Provinsi Sulsel, Sabtu (9/2/2019) kemarin.

Wakil Bupati Majene Lukman saat memberikan cenderamata kepada Bupati Sidrap Dolla Mando Sabtu 9 Pebruari 2019 foto : Ist

Rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Majene H Lukman disambut oleh Bupati Sidrap H Dolla Mando di Rujab Bupati.

Dalam sambutannya, Dolla Mando menyebut, atas nama pemerintah sekaligus atas nama pribadi mengucapkan selamat datang kepada rombongan Pemerintah Kabupaten Majene di bumi Nene’ Mallomo Kabupaten Sidrap.

Ia juga mengatakan, berbicara tentang pangan, maka daerah ini disebut sebagai daerah lumbung pangan di Sulawesi Selatan.

“Sidrap punya kelebihan, tentu Majene juga pasti punya kelebihan, dimana kita sama ketahui bahwa Majene sangat terkenal dengan ikannya sementara Sidrap terkenal dengan berasnya. Nanti, Insya Allah beras bisa kita tukar dengan ikan,” ujar Dolla Mando.

Disamping beras kata dia, Sidrap dinyatakan surplus. Dalam satu tahun, sedikitnya ada sekitar 200 ribu ton beras dikirim ke Bali, Kalimantan dan Irian.

“Tidak kalah pentingnya, bahwa di Sidrap terkenal dengan produksi telurnya. Ini juga melayani seluruh Indonesia Timur rata-rata pengiriman perhari mencapai 3 juta,” ujar Dolla.

Sidrap juga terkenal dengan kuliner yaitu kuliner andalan seperti burung belibis atau cuwiwi, palakko. “Insya Allah akan dihidangkan besok siang seusai pertandingan tennis persahabatan,” katanya.

Lebih jauh kata dia, Sidrap mempunyai objek wisata kurang lebih 20 km sebelah timur, namanya objek wisata Bila.

“Bukan Bali, tapi cukup bagus dan saban hari dikunjungi oleh wisatawan domestik dari wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya karena Kabupaten Sidrap terkenal dengan wisata gunung atau alamnya,” beber Dolla.

Kabupaten Sidrap yang tidak memiliki laut tentu akan lebih mengembangkan obyek wisata danau.

“Kami juga punya destinasi wisata lain, namanya Pangkar atau singkatan dari Pantai Kering. Disana adalah tempat kumpulnya anak muda Sidrap dengan suguhan berbagai macam kuliner,” kata Bupati Sidrap seraya menambahkan semoga kehadiran Pemkab Majene di Sidrap akan mempromosikan daerah itu kepada masyarakat dan keluarga di Majene.

Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Majene Lukman Nurman mengatakan, kehadirannya beserta rombongan di Kabupaten Sidrap akan membuahkan pembelajaran serta jalinan interaksi kedua daerah akan semakin terjalin.

“Kami sengaja membawa para berapa OPD Majene untuk menjadi bahan pembelajaran hingga ada interaksi antara OPD yang kami bawa dengan OPD yang ada di Sidrap, sehingga dari interaksi tersebut bisa terjadi transaksi,” kata Lukman.

Dikatakan, untuk tahun 2019, kabupaten pertama yang dikunjungi oleh pemerintah Daerah Kabupaten Majene adalah Kabupaten Sidrap.

“Saya berharap, semoga hasil dari kunjumgan kami akan ada kesepakatan yang terbangun antara para Pimpinan OPD, sehingga pada saat kami pulang nanti akan ada laporan yang dapat kami sampaikan kepada bupati,” kata Lukman dan berharap semoga Bupati Sidrap bersama jajarannya bisa datang berkunjung ke Kabupaten Majene. “Karena kami perlu belajar banyak tentang keprofesionalan pertanian dari Kabupaten Sidrap,” imbuh Lukman.

(ipunk)