Pemkab Majene Kaji Banding Tambak di Campalagian

0
128

Mapos, Majene — Bupati Majene H. Lukman dan Kadis. Kelautan dan Perikanan Majene, Ichwanti beserta staf serta Kadis LHK Majene, Sudirman melakukan kaji banding ke tambak udang dan bandeng di Desa Laliko Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polman, (16/6/2021).

Tambak Intensifikasi yang dikunjungi kali ini merupakan salah satu tambak intensif yang cukup berhasil di Kabupaten Polman dengan luas 3,2 Ha tambak ini mampu menghasilkan 27 ton udang untuk sekali panen dalam 1 Ha Tambak, dengan siklus panen sebanyak dua kali setiap tahunnya.

Tambak milik H. Syamsul ini bermodalkan Rp600 juta untuk biaya produksi, mulai dari bibit, pakan, listrik sampai upah karyawan dan mampu menghasilkan Rp1,5 M setiap kali siklus panen.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Bupati Lukman mengaku sangat takjub dengan model tambak yang didatangi kali ini. “Kita ini selalu ingin melakukan inovasi bagimana terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Majene, termasuk dalam kunjungan yang dilakukan hari ini ke Tambak Intensifikasi yang cukup berhasil dengan harapan agar Dinas terkait dalam hal ini DKP Kabupaten Majene beserta masyarakat pengelolah tambak lainnya dapat memetik ilmu disini dan selanjutnya diaplikasikan di Majene,” ucap Lukman.

Yang pasti kata dia, pihaknya selalu berharap ada peningkatan dan ada perubahan kearah yang lebih baik dalam penanganan tambak udang dan bandeng itu sendiri.

Terkait tambak milik Pemda yang ada di Barane, Bupati Lukman menyampaikan bahwa keinginan kearah intensifikasi tambak sudah dimiliki. “Yang menjadi kendala saat ini adalah kurangnya modal kerja dalam mengolah tambak Pemda Majene tersebut, karena untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal tentu dibutuhkan kucuran modal yang banyak pula,” sebutnya.

Bupati Lukman menekankan agar Dinas DKP untuk tidak berhenti berinovasi, karena setiap saat akan terjadi perubahan dan itu butuh penyesuaian. “Sehingga kita tetap mampu mengikuti arus pergerakan zaman dan dapat menjadi leader di Sulawesi Barat,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Kadis. Kelautan dan Perikanan Majene Hj. Ichwanti menyampaikan rasa optimismi untuk pengembangan tambak milik Pemda Majene yang dikelola oleh DKP. Ia mengaku bahwa pengelolaan tambak di Majene masih semi intensif dan masih sangat terbatas anggaran dalam pengelolaannya. Namun bila anggaran dapat terpenuhi maka target pengelolaan secara Intensif akan dapat diterapkan di Majene.

“Karena secara teknis apa yang sudah dilakukan di Desa Laliko ini tidak terlalu beda jauh dengan apa yang sudah diterapkan di Majene,” tutupnya.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.