Pemkab Majene Biayai KIS PBI Sebesar Rp12 Miliar

  • 22 Feb 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 159
Gambar Pemkab Majene Biayai KIS PBI Sebesar Rp12 Miliar

Mapos, Majene – Memenuhi kebutuhan masyarakat miskin atas layanan kesehatan di Kabupaten Majene, pemerintah setempat menggelontorkan dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp12 miliar peruntukan Kartu Indonesia Sehat Peserta Bantuan Iuran (KIS PBI).

“Anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Majene guna mengcover warga yang berhak menerima KIS PBI sebanyak 12 Milyar diambil dari APBD Majene,” ungkap Bupati Majene Fahmi Massiara ketika menyalurkan KIS – PBI APBN di Keluraham Labuang Kecamaran Banggae Timur, Jum’at (22/2/2019).

Dihadapan Kadis Sosial Majene – Ahmadia, Camat Banggae Timur – Nahdlah Bachiyt Fattah, Lurah Labuang – Nur Afifah Darwis, Kepala BPJS Majene – Ninik, Babinsa, Babinkantibmas dan undangan lainnya, Bupati Fahmi Massiara mengatakan, lantaran besarnya perhatian pemerintah terhadap masyarakat miskin dalam layanan kesehatan sehingga berpengaruh pada keinginan untuk menaikkan tujangan imam masjid dan kepala lingkungan belum terealisasi.

“Insyaa Allah, kedepannya bila semua warga sudah memperoleh semua Kartu KIS PBI, giliran tunjangan para kepala lingkungan dan imam masjid kita pikirkan untuk dinaikkan,” janji Bupati Fahmi.

Dari 6 Kabupaten yang ada di Sulbar, baru Kebupaten Majene yang melakukan perhatian besar atas UHC atau Universal Health Coverage, sehingga Majene berhasil memboyong penghargaan dari Presiden RI pada tahun 2018 silam.

“Semua adalah murni keinginan dan usaha pemerintah Majene dalam memberikan pelayanan prima pada bentuk pelayanan kesehatan kepada semua warga Majene,” tegas Fahmi.

Ia berharap, bila penerima manfaat sudah mapan kedepannya, supaya segera melapor untuk tidak menerima lagi karena masih ada warga lain yang membutuhkan.

“Jangan juga bagi yang punya kartu lalu meminta-minta untuk sakit, karena kesehatan itu lebih berharga dan mahal dibandingkan bila kita harus sakit karena segala aktivitasnya tentu akan terganggu,” kelakar Fahmi.

Ia mewanti-wanti agar masyarakat tidak terpedaya oleh oknum tertentu yang mengaku-ngaku mengurus KIS PBI.

“Program KIS PBI adalah peruntukan masyarakat miskin. Jangan percaya bila ada yang mau menguruskan kartu ini, karena program KIS PBI murni dari Pemerintah Majene. Bila ada warga yang sudah punya kartu lantas pindah atau meninggal dunia, supaya segera melapor. Bisa langsung ke Dinsos, bisa juga melalui lurah atau camat,” sebut Fahmi.

Tercatat jumlah penerima KIS PBI di Kelurahan Labuang sebanyak 351 jiwa, total penerima untuk Kecamatan Banggae Timur sekitar 7.000 kartu.

(ipunk)