Pemberian Gelar Juara Umum Porseni HAB Kemenag Sulbar Menuai Protes

  • 5 Jan 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 723
Gambar Pemberian Gelar Juara Umum Porseni HAB Kemenag Sulbar Menuai Protes

Mapos, Majene — Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) yang dihelat di Majene pekan lalu menyisakan berbagai kritikan. Salah satunya, adalah pemberian gelar juara umum kepada Kemenag Polman.

Salah seorang staf Kemenag Majene yang enggan disebut, Sabtu (4/1/2020) mengatakan, yang mengherankan sebab oleh pihak panitia memberikan gelar juara umum kepada Kemenag Polman.

“Indikator apa yang digunakan panitia dari Kemenag Provinsi Sulbar sehingga penetapan juara umum diberikan kepada Kemenag Polman? Padahal, Kemenag Polman hanya mendapatkan 5 medali emas, sedangkan Majene mendapat sembilan medali emas,” katanya.

Menurut dia, yang pantas mendapat predikat juara umum adalah Kemenag Kabupaten Majene karena perolehan medali emasnya mencapai angka sembilan.

“Banyak pihak yang sasali kejadian ini. Tapi, tidak ada yang berani protes waktu itu karena alasan takut,” imbuhnya.

Sayangnya, pihak panitia pelaksana belum berhasil dikonfirmasi terkait pemberian juara umum dalam HAB Kemenag Sulbar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, menyambut Hari Amal Bhakti Kementerian Agama (Kemenag) ke 74 tahun 2020, Kemenag Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Porseni di Kabupaten Majene.

Pembukaan Porseni III Kementerian Agama se Provinsi Sulbar di Stadion Parasamnya Mandar Majene
Minggu (29/12/2019) dihadiri oleh para petinggi Sulbar, para undangan dan sekitar enam ribuan peserta devile.

Peserta devile antara lain utusan Kanwil Kemenag Sulbar sebanyak 210 orang, Kabupaten Majene 1 750 orang, Kabupaten Polman 1.530 orang, Kabupaten Mamuju 750 orang, Kabupaten Mamasa 300 orang, Kabupaten Mateng 220 orang, Kabupaten Pasangkayu 250 orang dan STAIN Majene sebanyak150 orang.

Menurut laporan panitia pelaksana, Kamaruddin Porseni akan berlangsung dari 29 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 yang dilaksanakan di dalam Kota Majene.

Maksud dan tujuan kegiatan katanya, untuk memberikan kesempatan bagi ASN dan Non ASN dilingkup Kanwil Kemenag Sulbar agar mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga dan seni.

“Juga sebagai sarana memupuk, memelihara dan menggalang rasa persatuan dan persaudaraan dalam keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Barat,” katanya.

Sementara Cabang Olahraga yang dipertandingkan antara lain volley ball, bulutangkis, tennis lapangan, tennis meja, sepak takraw, sepak bola, senam kebugaran dan tarik tambang.

Sedangkan untuk seni, akan memperlombakan qasidah, mars dan himne DWP, cerdas cermat, daur ulang dan spontanitas, Kemenag idol dan paduan suara.

Kanwil Kemenag Sulbar M Mufly dalam sambutannya mengatakan, Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke 74 tahun 2020 mengambil tema “Umat Rukun, Indonesia Maju”.

Tema ini katanya dipilih karena pada hakekatnya agama berfungsi menyemai kebaikan, menebar kerukunan, karena kerukunan adalah pesan universal semua agama kepada umat manusia. Kerukunan akan membawa kebahagiaan, kerukunan adalah jalan menuju kesejahteraan dan kemajuan, kerukunan merupakan pintu maslahat bersama, dan hanya dengan sikap hidup beragama yang rukun Indonesia bisa maju.

Ia tak lupa berterima kasih kepada semua pihak, baik pemerintah daerah, para wakil rakyat di parlemen, majelis-majelis agama, dan tokoh agama, pers dan media, maupun seluruh lapisan masyarakat umat beragama, atas segala dukungan dan kerjasama yang telah diberikan kepada kementerian agama selama ini.

“Semoga dukungan dan kerjasama ini semakin efektif dan produktif di masa-masa mendatang,” harapnya.

Akhirnya Ia berpesan kepada seluruh jajaran Kementerian Agama supaya memaknai bekerja sebagai ibadah, bekerja melayani masyarakat adalah sebuah kehormatan.

“Mari menjalankan pengabdian dengan sikap amanah dan keikhlasan, dan jangan sekali-kali mempermainkan jabatan,” katanya.

(ipunk)