Pelaku Pencabulan Anak Angkat di Mamasa, Diciduk Polisi

  • 19 Okt 2020
  • Mamasa
  • R Fajar Soenoe
  • 76
Gambar Pelaku Pencabulan Anak Angkat di Mamasa, Diciduk Polisi

Mapos, Mamasa — Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa menangkap seorang warga berinisial AM (34), yang tega mencabuli anak angkatnya sendiri yang masih dibawah umur.

AM diamankan pada rabu malam (15/10) dikediamannya, di Kecamatan Messawa Kabupaten Mamasa.

Dihadapan polisi, pelaku mengakui perbuatannya telah menyetubuhi anak angkatnya sendiri, Bunga (samaran), yang kini masih baru berusia13 tahun, dan masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Hasil pemeriksaan penyidik kepolisian, yang disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Mmasa IPTU Dedi Yulianto menyebutkan, pebuatan bejat pelaku, dilakukan saat istrinya sedang tidak berada di rumah.

Awalnya pelaku membujuk korban melakukan perbuatan bejat tersebut, namun korban sempat menolak hingga pelaku melakukan pemaksaan.

“Korban hanya pasra karena yang melakukan hal tersebut merupakan bapak angkatnya sendiri sehingga takut melapor. Dari pengakuan pelaku telah melakukan perbuatannya sebanyak 3 kali kepada korban sejak bulan Mei lalu,” kata Dedi

Kasus ini terungkap setelah korban tidak sengaja menceritakan kejadian yang dialaminya kepada salah satu temannya. Teman korban yang mengetahui hal tersebut lalu menceritakan kepada orang tua korban, dan dilaporkan kepada aparat Desa Setempat, kemudian dilanjutkan kepada pihak kepolisian.

Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Reskrim Polres Mamasa, pelaku akhirnya ditetapkan jadi tersangka

“Setelah dilakukan pemeriksaan, serta meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi dikuatkan dengan barang bukti dan pengakuan pelaku, AM kami tetapkan sebagai tersangka,”ungkap Dedi Yulianto

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal pencabulan terhadap anak di bawah umur, pasal 81 ayat (1), (2) dan (3)sub pasal 82 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang Penempatan peraturan pemerintah pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 16 tahun penjara.

(Anez)