Pasien Meninggal Status PDP Itu Ternyata Punya Riwayat Penyakit Paru

Gambar Pasien Meninggal Status PDP Itu Ternyata Punya Riwayat Penyakit Paru

Mapos, Mamuju – “Pada hari Jumat tanggal 3 Maret 2020 jelang magrib, RSUD Mamuju merujuk seorang pasien warga Mateng ke RS Regional Sulbar. Pasien langsung diarahkan di ruang isolasi,”

Demikian diungkapkan Direktur RS Regional dr. Indahwati Nursyamsi, Sabtu (04/04/2020).

“Sampel swab pasien diambil untuk penegakan diagnosis pasti atas penyakit yang dialaminya. Tak selang berapa lama pasien pun dinyatakan meninggal,” tuturnya.

Berdasarkan rilis yang disampaiakan oleh Kepala BPBD Mateng, Rahmat Syam, bahwa pasien N masuk ke RSUD Mateng pada tanggal 2 April 2020 pukul 09.15 Wita. Pasien dirawat sebagai ODP. Kemudian pada pukul 21.00 Wita dihari yang sama, pasien dirujuk ke RSUD Mamuju. Rujukan ini dilakukan karena di RSUD Mateng tidak memiliki dokter ahli penyakit dalam.

“Berdasarkan informasi yang dihimpun, semasa hidupnya pasien ternyata memiliki riwayat sakit paru. Paramedis telah berupaya untuk menyelamatkan pasien namun Tuhan berkehendak lain. Diusianya yang senja N tak mampu menghadapi sesak nafas yang kerap kali ia alami,” kata dr. Indah.

Tak hanya keluarga, lanjutnya, paramedis RS Regional pun turut berduka atas meninggalnya N. Mengingat status perawatan adalah PDP maka pemakaman almarhumah dilakukan sesuai dengan standar WHO.

“Namun, lagi-lagi kami selalu berupaya memberikan pelayanan yang terbaik untuk warga Sulbar. Jenasah dimandikan lalu disholatkan. Ustad diminta hadir di rumah sakit untuk melakukan penyelenggaraan jenasah sesuai ajaran Islam,” katanya.

Tak hanya kepada ustad dan petugas, APD juga dikenakan oleh anak-anak almarhumah agar bisa turut serta menshalati almarhumah dan memberikan salam terakhirnya kepada ibunda tercinta sebelum kain kafan membalut jasad ibu mereka.

Pukul 21.00 jenasah diberangkatkan ke Mateng dan dikebumikan pada pukul 01.30 dini hari.

(*)

Baca Juga