Pakai Knalpot Racing? Ini Ancaman Sanksi Hukumnya

Gambar Pakai Knalpot Racing? Ini Ancaman Sanksi Hukumnya

Mapos, Mamuju – Knalpot racing dinilai bikin performa motor jadi makin ‘garang’. Namun, membawa motor dengan knalpot racing turun ke jalanan ternyata bisa membuat pengendaranya kena masalah.

Polisi berhak menilang pengendara motor dengan knalpot racing karena ada undang-undang yang mengatur terkait hal tersebut.

1. Suara knalpot yang bising jadi persoalan

Setiap kendaraan bermotor yang digunakan di jalan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Termasuk dalam hal kebisingan suara yang termaktub dalam pasal 48 ayat 3b.

Untuk tingkat kebisingan kendaraan bermotor sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009. Dalam peraturan tersebut, untuk kendaraan sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 80 cc memiliki batas kebisingan 77 desibel, kapasitas mesin 80 – 175 cc batas kebisingannya 80 desibel dan kapasitas mesin di atas 175 cc batas kebisingannya 83 desibel.

2. Sekalipun tidak berisik, masih bisa kena tilang

Meski knalpot racing sudah dilengkapi silencer seperti DB Killer, tetap tidak aman dari tilang ya, guys. Kali ini pedomannya adalah UU 22 tahun 2009 pasal 285 yang menyebutkan bahwa:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 juta.

(usman)

Baca Juga
caleg sulbar no 23
caleg sulbar no 27
caleg sulbar no 39
caleg sulbar no 42