PAAR Palipi Soreang Jadi Duta Provinsi Sulawesi Barat pada Lomba Tahun 2019

  • 11 Jul 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 310
Gambar PAAR Palipi Soreang Jadi Duta Provinsi Sulawesi Barat pada Lomba Tahun 2019

Mapos, Majene — Sukses masuk nominasi enam besar skala nasional, Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) Palipi Soreang Kabupaten Majene didatangi oleh tim verifikasi pusat Sri Sunari, SH beserta timnya.

Ketua TP PKK Pusat, dr Erni Guntarti Tjahjo Kumolo melalui Sri Sunari mengatakan, dari hasil kesimpulan dan pengamatannya, bahwa kegiatan Lomba dalam rangka HKG-PKK yang selama ini diselenggarakan setiap tahun, ternyata direspon positif oleh pemerintah daerah.

“Juga direspon oleh pemerintah desa dan kelurahan, dan bahkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Lomba dalam rangka HKGPKK ini cukup besar. Hal ini dapat dltunjukkan dari peningkatan kualitas penyelenggaraan kegiatan lomba dalam rangka HKG-PKK semakin baik. dan membawa nilai-nilai positif terhadap pencapaian sasaran- sasaran pemberdayaan keluarga dan pemberdayaan masyarakat secara keseluruhan,” tegas Sri Sunari, saat menghadiri PAAR
Tingkat Nasional Tahun 2019 di
Desa Palipi Soreang
Kecamatan Banggae
Rabu, (10 /7/2019).

Untuk mengimbanginya, lanjut dia maka pihaknya melakukan penyesuaian pada aspek penyelenggaraan lomba, antara Iain mulai tahun 2019 daerah yang masuk dalam nominasi nasional menjadi 6 (enam) daerah setiap kategori lomba.

“Seiring dengan itu pula, kami juga melakukan peningkatan kualitas manajemen penilaian yang meliputl materi penilaian tahapan, proses dan mekanisme penilaian sampai dengan penentuan juara pada saatnya nanti yang dilakukan secara berjenjang, terbuka dan akuntabel, sehingga merupakan instrumen penilaian yang ideal dan obyektif,” kata Sri Sunari.

Ia sangat percaya bahwa mendukung pembangunan daerah sudah lazim dlakukan oleh Tim Penggerak PKK beserta kader-kadernya yang tersebar di seluruh pelosok nusantara.

“Dengan alasan itu pula, saya mengajak kepada kita semua, agar kita tidak segan-segan untuk belajar dari pengalaman para pelaku pembangunan dan para penyelenggara pemerintahan desa. Karena dari pengalaman nyata seperti itulah, tidak mustahil justru terdapat mutiara-mutiara yang penuh makna, yang dapat kita jadikan referensi atau rujukan dalam pelaksanaan tugas kita,” kata Sri Sunari.

Hasil lomba HKG PKK menurut dia, dapat membawa harum nama daerah.

“Namun saya juga mengharapkan agar prestise dan prestasi tetap dapat terjaga kesinambungannya Karena biasanya lokasi pemenang juara lomba akan menjadi ajang studi banding, menjadi tempat saling berbagi pengalaman, sebagai tempat pembelaljaran nyata, dan percontohan bagi daerah lain,” tegasnya.

Sementara, Ketua TP PKK Kabupaten Majene – Ny Fatmawati Fahmi mengatakan,
Sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan Tim Penggerak PKK Pusat, PAAR merupakan bentuk usaha orang tua dalam membina anak dan membimbing anak, baik jiwa maupun raganya sejak lahir sampai dewasa (18 tahun).

“Selain itu, yang dimaksud dengan pola asuh, adalah kegiatan yang cukup kompleks, meliputi perilaku spesifik yang bekerja sendiri atau bersama sama, yang memiliki dampak kepada anak,” ucap Fatmawati.

Dari pengertian tersebut, katanya maka pola asuh anak remaja menjadi tugas yang dibebankan kepada orangtua. Orang tua tidak hanya berperan melahirkan keturunanya saja, namun wajib membentuk, menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada sang anak dari dalam kandungan hingga beranjak dewasa.

Maka tujuan utama pola asuh yang ideal adalah dengan menciptakan control. Mempengaruhi, mengajari dan mengontrol setiap anak, tidak terkecuali anak-anak yang
masih di bawah umur 17 tahun dan juga para remaja. Meski secara umum usia mereka, belum memiliki pemikiran yang berkembang seperti halnya orang dewasa, anak-anak remaja telah dihadapkan dengan berbagai permasalahan hidup yang bervariasi.

“Terlebih di era media informasi dan teknologi, pengaruh ataupun dampak dari hal tersebut sangat terasa. Anak-anak tidak hanya terpapar namun juga sebagai pelaku utama yang secara otomatis telah mempengaruhi dan mengubah cara berpikir, kebiasaan serta perilaki. Hal ini tidak jadi masalah jika memang sudah menjadi kebiasaan tuntunan agama yang kita anut,” kata Fatmawati.

Untuk itu, peran orang tua menjadi hal yang sangat penting. Orang tua harus tampil sebagai panutan.

“Idealnya, orang tua harus bisa mempersiapkan dirinya sendiri. Sehingga kelak anak yang lahir dan tumbuh dalam keluarga yang “sehat” secara jiwa dan raga. Menjadi orang tua yang baik, maka yang tak kalah pentingnya diperhatikan adalah keluar masuknya keuangan dan sumber makanan yang sehari hari diberikan kepada anak. Termasuk memastikan sumber
yang halal dan juga berkah,” tegasnya.

Pola Asuh Anak Remaja, juga merupakan bagian dari tugas dan pengabdian Gerakan TP PKK Kabupaten Majene, tergambar melalui 10 Program pokok PKK, melalui upaya mewujudkan keluarga yang
sehat, maju, mandiri dan

TP PKK telah bermitra dengan pemerintah daerah Kabupaten Majene melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mulai dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan lainya.

“Termasuk pula pembinaan kepada para kader Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR). salah satunya di Desa Palipi Soreang. TP PKK melalui Pokja yang membidangi telah mengintervensi dengan sangat
baik, sehingga mampu mengantar PAAR Palipi Soreang masuk dalam jejeran nominator ke enam secara nasional. Termasuk pula menjadi Duta Provinsi Sulawesi Barat pada Lomba Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) tahun 2019 ini,” kata Fatmawati.

Geliat aktivitas PAAR Palipi Soreang mulai dari pelatihan dan sosialisasi dalarn mengedukasi orang tua untuk pola asuh yang benar, pelibatan anak dan remaja dalam kegiatan literasi, keolahragaan hingga kegiatan keagamaan untuk membentuk akhlak dan keimanan anak dan remaja.

“Atas hal tersebut, patut menjadi sesuatu yang membanggakan, mengingat pola asuh anak remaja, tidak hanya di pagari oleh peran orangtua saja, namun menciptakan lingkungan yang sehat dan ramah kepada anak, akan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja menjadi lebih optimal lagi,” beber Fatmawati.

Lebih jauh kata dia, untuk lebih memaksimalkan tugas dan tanggungjawab ini, maka selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene, ia tetap berharap, dukungan dari setiap stakeholder terkait, khususnya dalarn meramu kegiatan yang lebih menyentuh dan dibutuhkan oleh masyarakat Majene.

“Juga kepada para Kader PAAR dan juga kader TP PKK Majene, untuk senantiasa merawat semangatnya, meningkatkan lagi pengabdiannya sehingga tujuan dari aktivitas ini akan menghasilkan output yang berkualitas khususnya dalam membangun generasi yang handal, berprestasi dan cinta kepada keluarga, daerah dan bangsa,’ kata Fatmawati.

Pada tempat sama, Bupati Majene dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Bupati Majene Lukman, mengatakan, pemerintah Majene patut memberikan penghargaan, apresiasi yang tinggi sekaligus rasa bangga, kepada para Tim Pola Asuh Anak Remaja (PAAR) Palipi Soreang dan juga TPP PKK Kabupaten Majene serta stakeholder terkait yang telah bekerja serius dan sepenuh hati, sehingga mampu mencetak prestasi, masuk sebagai nominator 6 besar tingkat nasional, sekaligus menjadi duta Provinsi Sulawesi Barat untuk Lomba Pola Asuh.

“Pemerintah Kabupaten Majene tentu sangat bersyukur atas pencapaian tersebut. Terlebih isu yang mengangkat tentang pola asuh anak dan remaja merupakan hal yang sangat kompleks. Pemerintah memiliki tugas dalam hal penciptaan sumber daya manusia yang berkualitas berikut sarana penunjangnya,” ungkap Bupati Majene Fahmi Massiara melalui Lukman.

Hal itu bukan perkara yang sederhana di wujudkan, katanya sehingga peran stakeholder terkait sangat di harapkan demi menghasilkan generasi terbaik, untuk keberlanjutan masa depan bangsa.

Maka anak dan remaja sebagai objek sentral, perlu distimulan dengan pola asuh yang tepat, namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan anak serta perubahan zaman yang dinamis.

“Untuk itulah PAAR menjadi solusi ideal dan perlu kita support bersama. Para orang tua harus mengerti anak pada usia remaja, memang membutuhkan treatmen yang sesuai. Pengawasan penuh perlu dilakukan, namun tidak dengan mengekang yang justru bisa mempelebar jarak dan juga meredam kreatifitas anak itu sendiri,” ucap Lukman.

Pola asuh orang tua sangat berpengaruh besar pada kehidupan mereka.

Maka para orang tua harus selalu tahu apa yang dibutuhkan dan dilakukan anak, agar tidak berpaling pada hal-hal yang negatif.

‘Orang tua juga harus mampu menjadi pendengar yang baik dan berusaha memberi solusi, agar anak merasa selalu butuh pada orang tua terlebih saat ada masalah yang menimpanya,” kata Lukman.

Keberadaan PAAR Palipi Soreang tidak hanya di harapkan bisa menorehkan prestasi secara nasional, namun yang lebih urgen, tujuan dan impelementasi untuk mengedukasi para orangtua, remaja dan masyarakat pada umumnya dapat membumi.

PAAR Palipi Soreang juga di harapkan menjadi inspirasi, pelecut semangat untuk memaksimalkan peran PAAR di desa ataupun di Kecamatan lainya di Majene.

Hal ini penting, agar kedepanya PAAR tidak hanya menjadi pilot project yang terfokus pada satu wilayah saja, namun mengakar di tiap wilayah di Kabupaten Majene.

“Untuk itu kedepanya, Pemerintah Daerah Majene akan terus mendorong peran kader PAAR Palipi Soreang bersama TP PKK Majene untuk bisa menularkan semangatnya mengabdi dan mengedukasi masyarakat sesuai dengan program kerja nya masing-masing,” janji Lukman.

“Kita sama sama berharap, hasil penilaian pada hari ini akan membuahkan hasil positif dan menggaungkan nama Sulawesi Barat khususnya Majene dilevel nasional. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa pamrih demi terlaksananya kegiatan ini. Sekali lagi kepada tim penilai dari TP PKK Pusat semoga Majene bisa membawa kesan indah yang membuat ingin kembali ke tanah Mandar,” imbuh Lukman menutup sambutan Bupati Majene Fahmi Massiara.

(ipunk)