Oknum Mengaku LSM Tipikor Diduga Peras Kepala Desa di Majene

  • 3 Des 2019
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 811
Gambar Oknum Mengaku LSM Tipikor Diduga Peras Kepala Desa di Majene

Mapos, Majene — Ibarat pepatah mengatakan, Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah yang dialami kepala desa di salah satu desa di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene.

Setelah kasus dugaan tindak pidana korupsi atas dana desa yang dia kelola bergulir di Mapolres Majene, oleh oknum yang mengaku LSM Tipikor mendatangi kepala desa dengan iming-iming agar kasus yang menjeratnya dapat selesai dengan aman.

Tidak tanggung-tanggung, uang ‘pelicin’ untuk meloloskan kepala desa dan bendaharanya dari jeratan hukum yang diminta oleh oknum LSM Tipikor sebesar Rp200 juta.

Berharap perkaranya bisa selesai dengan ‘aman’, seluruh aparat desa urunan mengumpulkan uang hingga Rp200 juta.

Akhirnya, uang diserahkan medio Agustus 2019.

Naas, karena hanya selang sebulan usai uang urunan dari hasil utang sebesar Rp200 juta diserahkan kepada oknum LSM Tipikor, Kepala Desa berisial T dan sekretaris desa berinisial A R dicokok penyidik.

Kepada wartawan, Senin (2/12/2019), Bendahara Desa AR mengaku belum melaporkan pemerasan atas dirinya karena terkonsentrasi kepada kasus yang membelitnya dan takut jika penyidik akan semakin menyudutkan kepala desa dan dia atas kasus yang tengah mereka hadapi.

Disinggung soal siapa saja yang datang kepadanya meminta uang sebesar Rp200 juta, AR mengaku bahwa oknum yang mendatanginya tak lain masih kerabat dari sekretaris desa berinisial Sof, IL dan Syuk.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Pandu Arief Setiawan dikonfirmasi terpisah, Selasa (3/12/2019) mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan atas dugaan kasus pemerasan terhadap Kepala Desa T.

“Kita sementara menyelidiki dan memperkuat keterangan dari sejumlah saksi. Nanti keterangan para saksi sudah rampung dan cukup kuat, baru kita jemput mereka,” sebut AKP Pandu Arief Setiawan di balik telepon genggamnya.

(ipunk)