Ogah Bayar Pajak, Satu Rumah Makan di Majene Disegel

  • 5 Sep 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 1370
Gambar Ogah Bayar Pajak, Satu Rumah Makan di Majene Disegel

Mapos, Majene — Tindakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene terhadap pembangkang pajak rupanya tidak main-main. Buktinya, salah satu Rumah Makan di bilangan kota Majene terpaksa disegel Satpol PP Majene lantaran ogah membayar pajak.

Pengenaan pajak hotel, rumah makan dan restoran itu mulai galak dilakukan setelah Pemkab Majene menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memantau pergerakan keluar masuknya pajak daerah.

Alhasil, Pemkab Majene memberi rumah makan, restoran dan hotel mesin kasir yang dapat dipantau setiap saat, berapa jumlah pelanggan yang bertransaksi dalam setiap harinya.

Sayangnya, oleh pemilik rumah makan ini ogah dan tidak mengindahkan seruan dari pemerintah setempat hingga akhirnya disegel, Kamis 5 September 2019 sekitar pukul 10.00 Wita.

Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) M Djazuli Muchtar M mengatakan pemilik rumah makan atau warung bernama Marjo tak pernah mengindahkan teguran yang dilayangkan oleh Pemkab Majene.

“Ia membandel dan setiap diundang untuk keperluan monitoring dan evaluasi (Monev) atas pengenaan pajak hotel, rumah makan dan restoran bersama Bapenda, dia tidak pernah hadir. Bandelnya, karena sejak diberikan MPOS, dia tidak pernah pergunakan,” ungkap Djazuli.

Dikatakan, pelaku usaha rumah makan milik Marjo melanggar Perbup Majene Nomor 17 tahun 2019, Bab XIII, pasal 17 ayat (2) berupa sanksi pemasangan tanda pada tempat usaha wajib pajak, penutupan sementara hingga pencabutan izin tempat usaha wajib pajak.

“Kalau sudah kooperatif, baru segelnya kita cabut,” tegas Djazuli.

Terpisah, pemilik rumah makan yang disegel – Marjo mengatakan dirinya tidak tahu menggunakan teknologi MPOS (machine payment online system).

“Pelayan warung kami terlalu sibuk melayani dan meladeni pelanggan. Sebagian melayani, sebagaian lagi memasak menu makanan,” kata Marjo.

Namun diakui soal pembayaran pajak, dirinya termasuk orang taat pajak.

Diketahui Pemkab memasang baliho disetiap hotel, rumah makan dan restoran dengan kalimat ;

Tempat Usaha Ini Menggunakan Alat perekam transaksi secara online
Korsup KPK
Konsumen Berhak Melakukan Pengawasan Terhadap Pajak yang dipungut dan disetor sesuai nilai.
Pajak Anda Untuk Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat

(ipunk)