Nyaris Bentrok, Warga Bersenjata Parang Panjang Mendatangi PT. Unggul Widya Lestari

4-1068x716
Nyaris Bentrok Antara Warga dengan Pihak Perusahan PT. Unggul Widya Lestari

Mapos, Matra – Sekitar Pukul 09.00 Wita, ratusan warga dari Dusun Kapohu bersenjata parang panjang mendatangi pos penjagaan Afdeling Baribi dan Agri Baras di Desa Balanti Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Jumat (13/10/2017).

Mereka tersulut emosi, lantaran pihak Perusahan PT. Unggul Widya Lestari memblokir akses jalan yang sering dilalui warga. Aksi protes itu nyaris ricuh.

Pemblokiran akses jalan tersebut dipicu persoalan sengketa lahan antara pihak PT. Unggul Widya Lestari dengan kelompok tani Polamoto I.

3-3-1068x717
Warga membawa senjata parang panjang mendatangi Pihak Perusahan PT. Unggul Widya Lestari, mereka menuntut agar pihak perusahan membuka akses jalan.

Persoalan sengketa lahan itu sudah terjadi sejak tahun 2003 dan terus berlanjut hingga sekarang. Lahan warga yang dikuasai oleh PT. Unggul Widya Lestari sepanjang 260 Ha, dimana 30 Ha diklaim warga milik warga yang dirampas oleh Perusahan.

Pihak perusahan betanggapan bahwa jalan Afdeling Baribi dan Agri Baras bagian dari HGU hingga pihak PT. Unggul Widya Lestari kemudian memblokir akses keluar masuk ke daerah tersebut yang berakibat memunculkan ketegangan antara pihak perusahan PT. Unggul Widya Lestari dengan warga dusun kapohu.

Aksi warga tersebut berhasil di amankan oleh aparat kepolisian Polsek Baras.

Merasa haknya dirampas, warga kemudian menerobos palang batas jalan dan menuntut agar segera dibuka.

Ketegangan semakin memanas antara warga dan pihak PT. Unggul Widya Lestari hingga pihak kepolisian dari Polsek Baras turun melakukan negosiasi dan berhasil meredam ketegangan warga.

Ketua kelompok tani Polamoto I, Jabir mengatakan, akan menutup akses jalan di Dusun Kapohu tempat mobil pemuat minyak CPO keluar masuk apabila tuntutan warga tidak dipenuhi.

1-1068x716
Aparat Kepolisian Polsek Baras mengamankan lokasi Kejadian..

Sementara itu, Kapolsek Baras AKP. Yohanis mengatakan, untuk mengantisipasi adanya bentrokan antara karyawan perusahan dan warga, kepolisian dari polsek baras menurunkan sejumlah personil untuk mengamankan lokasi tersebut.
“Mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, seluruh personi polsek saya turunkan, hal ini dilakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, pungkasnya.

(joni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...