Nurlina, Warga Polman Yang Berjuang Melawan Kanker Payudara

 

Nurlina Warga Polman Yang Berjuang Melawan Kanker Payudara

Nurlina Warga Polman Yang Berjuang Melawan Kanker Payudara

Mapos. Polman– Nurlina, salah satu warga Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat asal Desa Pasiang Kecamatan Matakali yang tervonis mengidap penyakit kanker payudara stadium 4 kini nasibnya terkatung-katung.

Nurlia, terpaksa menumpang di Puskesmas Pembantu Pasiang lantaran tidak ada pihak keluarga yang mau menampungnya.

Wanita malang ini sempat di rawat di Rumah Sakit Umum Polewali Mandar kemudain dirujuk ke Rumah Sakit Regional dr Wahidin, Makassar. Namun di RS dr Wahidin selama hampir dua bulan, ia mengaku tidak pernah menjalani kemoterapi maupun di operasi.

Tak mendapatkan itu semua, Ia pun memilih untuk pulang ke kampung halamannya.

Di puskesmas pembantu itu, Nurlina berjuang melawan rasa sakit. Ia berharap penyakit kanker yang sudah menjalar hingga ke badan dan lengannya itu bisa sembuh, begitu harapannya.

Dengan keperluan pengobatan seadanya, Nurlina hanya mengandalkan ramuan obat tradisional dari daun-daun alami.

Dikatakan, sudah seringkali mau dikemoterapi, tapi sampai saat ini tidak ada. Petugas selalu mengatakan banyak sabar dan berdoa, kata Nurlia.

Nurlia memiliki seorang puteri bernama Alin (8). Tak bisa berbuat banyak, kini pendidikan anaknya terkatung-katung.

Sementara menjalani perawatan, Alin dititipkan kepada seorang bidan bernama Fitri. Bidan Fitri ini bersedia membantu serta merawat dan menyekolahkan anaknya.

“Saya pesan sama bidan, kalau saya meninggal nanti tolong anak saya dirawat baik-baik agar bisa tumbuh seperti anak-anak lainnya meski saya tidak ada disampingnya, saya sudah pasrah dengan penyakit ini, Allah lebih tau isi hati saya,” ucap Nurlina.

Sementara itu, atas bantuan sosial yang diberikan oleh bidan Fitri, Alin akan dimasukkan ke sekolah yang tidak jauh dari pustu pasiang agar dapat menempuh pendidikan seperti anak-anak lainnya.

Bidan Fitri menceritakan, sebelumnya Nurlina merantau ke Kalimantan bersama suaminya. Karena cerai dari suaminya, dia pun pulang ke Polewali Mandar.

Nurlina membawa satu dari dua anaknya, yakni Arlin. Sedangkan satu saudara Arlin ikut bersama sang ayah di Kalimantan.

Diceritakan, Nurlina sempat terkatung-katung di Kalimantan hingga dengan bantuan sejumlah keluarga dan tetangganya di Polewali Mandar, ia dan anaknya akhirnya sampai ke Polewali Mandar.

Nurlina sempat dirawat di Pustu Pasiang dan RSU Polewali Mandar setelah pemerintah setempat menguruskan kartu BPJS. Karena kondisinya tak kunjung membaik, ia kemudian dirujuk ke Makassar dan sempat dirawat di Rumah Sakit dr Wahidin selama hampir dua bulan.

Ia tidak tahu apa alasan RS dr Wahidin mengembalikan pasien rujukan tersebut ke Polewali Mandar,  selama hampir dua bulan di RS wahidin belum ada tindakan dari pihak RS hingga Pasien dipulangkan, ujar bidan fitri.

Ia berharap, ada keseriusan dan Perhatian dari pemerintah Kabupaten maupun Provinsi Sulawesi barat mencarikan solusi yang terbaik buat Nurlia dan anaknya, tutup bidan Fitri.

(Heri)