Miris…Banjir Di Kecamatan Pedongga Matra Luput dari Perhatian

2017-09-16_06.10.47

Banjir Di Kecamatan Pedongga Matra Luput dari Perhatian Pemerintah Daerah

Mapos. Mamuju Utara – Luapan air Sungai Bendungan Pasangkayu merendam Desa Pedanda, tidak hanya merendam sejumlah desa di Kecamatan Podangga Mamuju Utara.

Dusun Kusumanegara dan Dusun Parahiyangan di Desa Malei Kecamatan Pedongga, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat ternyata juga terendam banjir.

Sayangnya, Desa ini lepas dari perhatian Pemerintah daerah. Hingga saat ini mereka belum tersentuh. Padahal, hampir seluruh rumah warga di tiga rukun tetangga (RT) dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai 47 terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Sejumlah warga belum mengungsi. Namun, ada juga yang membuat lantai tambahan di dalam rumahnya (rerampa) untuk tidur dan menyimpan barang-barang.

Banjir yang menerjang Dusun Kusumanegara dan Dusun Parahiyangan di Desa Malei Kecamatan Pedongga akibat jebolnya bendungan sungai pasangkayu.

Selain itu, fasilitas publik seperti sekolah, Polindes serta Puskesmas Pembantu di desa Malei ini juga ikut terendam. Apabila terjadi hujan besar lagi, dipastikan air mulai masuk.

Mardiana warga Dusun Kusumanegara mengaku, air banjir luapan sungai pasangkayu sudah masuk kedalam rumah, namun dirinya masih enggan mengungsi”. Jumat (15/09/2017).

‘‘Banjir sudah lima bulan terjadi, kadang surut dua hari banjir lagi, namun hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah Daerah untuk menangani banjir susulan di daerahnya, ucap Mardiana.

Sementara itu, Kepala Desa Malei Majid mengakui, akibat banjir yang terjadi sejak lima bulan terakhir telah merendam dua Dusun di Desa Malei, namun sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi.

“Akibat dari tingginya air banjir kiriman dari wilayah Lalundu Sulawesi Tengah, aktifitas warga yang mayoritas petani lumpuh”, Jelas Majid.

(joni)