Oleh: Hajrul Malik *
Mapos, EMPAT tahun lalu kami menggelorakan Gerakan Generasi Tinggi 170 sentimeter atau GEN 170. Ide ini satu gagasan untuk mengkonsolidasikan seluruh sumber daya dalam rangka mengentaskan stunting di Indonesia. Termasuk di Sulawesi Barat tentunya.
Kini saya melihat bahwa Stunting di Sulawesi Barat mestinya tidak cukup hanya dilihat sebagai persoalan kesehatan semata. Ia adalah cermin ketimpangan awal kehidupan, terutama di wilayah pesisir, perdesaan, dan kantong-kantong kemiskinan yang selama ini hidup dengan sumber daya alam melimpah, tetapi belum sepenuhnya berdaulat atas gizi dan pengasuhan.
Karena itu, pendekatan kita harus lebih tajam dan membumi. Menurunkan angka stunting penting, tetapi menyiapkan arah masa depan jauh lebih mendesak. Di titik inilah saya mengusulkan satu narasi yang sederhana, mudah dipahami, namun kuat secara visi: mimpi generasi Sulawesi Barat bertinggi rata-rata 1,70 cm.
1,70 cm sebagai Arah, Bukan Sekadar Target
Bagi masyarakat Mandar, tubuh yang kuat dan tegap bukan hal asing. Leluhur kita adalah pelaut, nelayan, dan petani tangguh. Orang-orang yang hidup di alam keras, namun bertahan dengan daya juang dan fisik yang kuat. Ironisnya, hari ini justru di tanah yang kaya ikan, kelapa, dan hasil laut, kita masih menemukan anak-anak yang tumbuh tidak optimal.
Maka 1,70 cm bukan angka kosmetik, melainkan simbol: Gizi ibu hamil yang terjaga, Anak yang tumbuh tanpa kekurangan protein, Lingkungan yang bersih dan aman Keluarga yang sadar pengasuhan
Jika anak-anak Mandar tumbuh tinggi dan sehat, itu berarti ekosistem kehidupan kita bekerja dengan benar.
Dari Genetik ke Epigenetik: Potensi Anak Mandar
Sering kita dengar ungkapan, “Orang tua pendek, wajar anak pendek.” Pandangan ini perlu diluruskan. Ilmu pengetahuan modern menunjukkan bahwa potensi genetik sangat ditentukan oleh lingkungan awal kehidupan.
Anak Mandar secara genetik memiliki potensi fisik yang kuat. Namun potensi itu akan terhambat bila:
Ibu hamil mengalami anemia
Asupan protein rendah
Anak sering diare akibat sanitasi buruk
Pola asuh kurang stimulasi
Artinya, yang kita ubah bukan DNA, tetapi kesempatan DNA untuk tumbuh maksimal. Stunting adalah kegagalan sistem memberi kesempatan itu.
Fokus Tujuan, Fokus Instrumen
Jika kita sepakat dengan tujuan generasi 1,70 cm, maka seluruh kebijakan harus bergerak serempak dan terukur. Diantaranya:
Pertama, ibu hamil adalah pusat kebijakan. Program gizi ibu bukan sekadar bantuan, melainkan investasi kualitas generasi Sulbar. Tablet tambah darah, protein hewani, dan edukasi gizi harus dipahami sebagai fondasi tinggi badan anak.
Kedua, 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi kesadaran kolektif. Di banyak keluarga pesisir Mandar, bayi sudah dikenalkan makanan terlalu dini atau bergizi rendah. Ini bukan soal salah, tetapi minimnya literasi gizi yang harus kita jawab dengan pendekatan budaya, bukan sekadar medis.
Ketiga, protein hewani harus didekatkan dengan rakyat. Sulawesi Barat kaya ikan, namun konsumsi protein anak masih rendah. Di sinilah peran negara: memastikan hasil laut dan pangan lokal benar-benar sampai ke meja makan keluarga miskin.
Keempat, sanitasi desa dan pesisir adalah kunci. Anak yang sering sakit tak akan pernah tumbuh optimal. Air bersih dan jamban sehat adalah instrumen tinggi badan, bukan hanya proyek infrastruktur.
Kelima, keluarga dan nilai lokal Mandar harus dihidupkan kembali. Budaya saling menjaga, sipamandaq, dan tanggung jawab kolektif dalam keluarga besar adalah modal sosial yang sangat kuat untuk pencegahan stunting.
Mengubah Narasi Pembangunan Manusia Sulbar
Selama ini, stunting dibahas dengan bahasa teknokratis. Padahal masyarakat butuh bahasa harapan. Dari “jangan stunting” menjadi “ayo tumbuh tinggi dan sehat”.
Narasi 1,70 cm mudah diterjemahkan di posyandu, masjid, sekolah, dan rumah tangga. Ia menyatukan:
Program kesehatan
Pendidikan keluarga
Ketahanan pangan lokal
Sanitasi dan lingkungan
Spirit budaya Mandar
Bayangkan jika setiap orang tua di Sulawesi Barat berkata:
“Saya ingin anak saya tumbuh sehat, cerdas, dan setinggi 1,70 cm.”
Maka stunting tidak lagi menjadi urusan satu dinas, tetapi gerakan kultural masyarakat Sulbar.
Mengakhiri stunting berarti menjaga martabat generasi Mandar dan Sulawesi Barat. Tinggi badan bukan hanya tentang sentimeter, tetapi tentang keadilan sejak lahir.
1,70 cm adalah mimpi yang masuk akal, jika kita serius sejak ibu mengandung.
Dan mimpi besar selalu dimulai dari keberanian mengubah cara pandang.
Mapilli, 23 Desember 2025
(***)






