Merasa Keluhan Tidak Ditanggapi DPRD Mamuju, Warga Mengadu ke Ombudsman

0
166

Mapos, Mamuju – Mengeluhkan penjualan tabung gas elpiji 3 kg dan menjamurnya keberadaan pertamini, sejumlah masyarakat menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Mamuju.

Warga menginginkan pihak DPRD Mamuju melakukan audiens menghadirkan Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju dan Kepolisian Resort Kota Mamuju.

Namun merasa keluhannya tidak ditanggapi serius oleh para wakil rakyat, warga pun mengadukannya ke Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Barat. Inti keluhan adalah soal pengelolaan pelayanan publik DPRD Mamuju.

Tim Ombudsman RI Sulawesi Barat menerima pengaduan masyarakat terkait dugaan tidak memberikan pelayanan oleh DPRD Kabupaten Mamuju. Mereka diterima oleh Asisten Penerimaan dan Verifikasi laporan Ombudsman, Nirwanah Natsir.

“Pelapor sebelumnya telah menyampaikan permohonan ke DPRD Mamuju terkait permintaan fasilitasi audiens dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju dan Kepolisian Resort Kota Mamuju untuk membahas kelangkaan gas elpiji 3 Kg yang selalu terjadi. Dan menjamurnya pertamini di Mamuju,” ungkap Nirwanah, Senin (21/12/20).

Laporan tersebut diakui Nirwanah sudah diregistrasi. Hanya saja tim Ombudsman belum melakukan tindak lanjut kepada pihak terlapor atau DPRD Mamuju, sebab beberapa dokumen yang diperlukan belum dilengkapi oleh pelapor.

“Kami sudah menerima laporan tersebut dan memerlukan beberapa dokumen untuk dilengkapi. Akan tetapi sampai pada batas waktu yang ditentukan pelapor tidak melengkapi dokumen tersebut, sehingga tim Ombudsman melakukan case closed,” ujar Nirwanah.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.