Masjid Nurul Mahmuda Lembang Tidak Indahkan Rekomendasi MUI

  • 30 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 941
Gambar Masjid Nurul Mahmuda Lembang Tidak Indahkan Rekomendasi MUI

Mapos, Majene — Meskipun upaya pemerintah, Polri dan pihak terkait lainnya seperti Majelis Ulama Indonesia bahkan Dewan Masjid Indonesia untuk menggaungkan “Bersama kita menghalau pandemi virus korona”, namun jika masyarakat tidak turut mengindahkannya, maka upaya itu akan sia-sia.

Nampak, Senin(30/02/2020) pukul 12.00 Wita, Masjid Nurul Mahmuda Lembang di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur masih saja melakukan salat dhuhur berjamaah seperti biasa.

Padahal, bersama Dewan Masjid Indonesia Majene dan MUI Majene telah merekomendasikan selama pandemi Covid 19, masjid diminta untuk tidak melaksanakan salat Jum’at dan salat fardhu lainnya secara berjamaah.

Mereka berpendapat, berdasarkan beberapa pertimbangan dari berbagai pihak tentang gentingnya penyebaran virus korona di Indonesia khususnya di Majene, maka MUI Kabupaten Majene memandang perlu untuk mengambil langkah-langkah keagamaan untuk pencegahan.

Dalam pertemuan dengan Bupati Majene Fahmi Massiara di Rumah Jabatan Bupati Majene, Minggu (29/03/2020) malam, Ketua MUI Majene, Prof Nafis, Ketua Majelis Fatwa MUI Majene, Dr Andi Tamaruddin MH, pihak Kementrian Agama Majene dan Dewan Mesjid Indonesia Majene, memutuskan agar untuk sementara waktu tidak melaksanakan salat Jum’at di masjid dan wajib menggantikannya dengan salat dhuhur di rumah masing-masing.

Demikian pula dengan salat wajib lima waktu agar tidak dilaksanakan di masjid melainkan di rumah masing-masing sampai keadaan menjadi normal.

Pelaksanaan kegiatan keagamaan lain seperti pengajian, tabligh akbar dan majelis taklim yang melibatkan banyak orang untuk sementara waktu ditiadakan sampai keadaan normal kembali.

Namun, tetap mengumandangkan azan di masjid sebagai tanda masuknya waktu salat.

MUI Majene juga berharap agar masyarakat selalu menjaga kebersihan dan melakukan physical distancing sebagai upaya untuk pencegahan terpaparnya Covid 19, dan diminta umat muslim senantiasa mematuhi segala putusan pemerintah sebagai manifestasi ketaatan kepada ulil amri.

(*)