Mamasa ‘Zona Merah’, Pemkab Semprotkan Disinfektan Massal

Gambar Mamasa ‘Zona Merah’, Pemkab Semprotkan Disinfektan Massal

Mapos, Mamasa — Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi, menyebutkan, Mamasa kini masuk ‘zona merah’ resiko penularan covid 19. Hal tersebut disebabkan daerah ini beberapa merupakan destinasi pariwisata dengan cuaca dingin.

Karena itu Pemkab Mamasa berupaya keras mencegah penularan covid 19 dalam wilayah Kabupaten Mamasa. Baik melalui pemantauan langsung di setiap pintu masuk, juga dengan melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat yang dianggap rawan penyebaran virus.

Kali ini, Pemkab Mamasa bersama TNI dan Polri melakukan penyemprotan disinfektan secara massal dalam wilayah kota Mamasa dan sekitarnya.

Tim dipimpin langsung oleh Bupati Mamasa, menggunakan dua unit pemadam kebakaran. Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menyisir semua jalan dalam wilayah kota Mamasa dan sekitarnya. Hingga ke kawasan Kantor Bupati Mamasa, juga di fasilitas-fasikitas umum.

Selain dua armada pemadam kebakaran, juga dibantu dengan menggunakan tangki semprot untuk penyemprotan di rumah-rumah penduduk yang tidak terjangkau armada.

Jubir Gugus Tugas penanggulangan penyebaran covid 19 Kabupaten Mamasa Amos Pampangbone yang dikonfirmasi di lokasi menyebutkan, penyemprotan masaal ini dilakukan untuk mengantisipasi resiko masuknya virus dalam wilayah Mamasa. Mengingat mobilisasi masuknya warga dari luar ke Kabupaten Mamasa sejak sepekan ini cukup tinggi, bahkan sudah mencapai ribuan orang.

“Hingga saat ini, sudah ribuan warga dari luar yang masuk. Mereka harus pulang kampung karena kondisi saat ini yang mengharuskannya. Sehingga untuk mengantisipasi hal itu, hari ini kita lakukan penyemprotan massal,” ungkap Amos.

Disebutkan, jumlah larutan disinfektan yang digunakan dalam penyemprotan ini lebih dari 10.000 liter. Rencananya kegiatan ini akan dilakukan secara berkala, untuk wilayah kota dan sekitarnya. Sementara untuk ke desa-desa, diberikan tanggungjawab kepada pemerintah sesa masing-masing untuk bekerjasama dengan petugas kesehatan di Desa, melakukan upaya pencegahan yang sama.

Sementara itu Bupati Mamasa menjelaskan, persoalan covid 19 harus menjadi perhatian serius oleh seluruh elemen masyarakat.

“Ini sudah menjadi persoalan kronis dan menyangkut nyawa manusia. Harus ditangani secara serius, oleh seluruh elemen masyarakat,” kata Ramlan.

Dia pun berpesan agar semua masyarakat tetap patuh pada arahan pemerintah. Baik perintah Presiden maupun maklumat Kapolri untuk tidak melakukan aktifitas mengumpulkan orang.

“Walaupun di Mamasa masih sebatas status ODP, tapi kita tetap melakukan upaya pencegahan. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati. Dan kita berharap mudah-mudahan tidak ada yang sampai PDP terlebih positif,” tutup Ramlan.

(anis)

Baca Juga